Korban Penyekapan Bandung Mulai Pulih, Operasi Wajah
Gambar atau konten salah?
Keluarga YTR (29), seorang perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, mulai melihat titik terang setelah ia mengalami masa-masa sulit akibat penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat (30). YTR kini perlahan menunjukkan pemulihan, baik secara fisik maupun psikologis, setelah melewati fase kritis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Kakak kandung YTR, Afif Sandy, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya saat membicarakan perkembangan adiknya pada Senin, 13 Juli 2026. "Alhamdulillah berangsur membaik dan semakin baik," ujarnya. Lebih dari sekadar terbaring di tempat tidur, YTR kini sudah bisa melakukan gerakan yang sebelumnya hilang akibat penyiksaan. "Sudah bisa duduk dan berjalan dengan baik," tambah Afif.
Namun, perjalanan medis YTR belum selesai. Keluarga menyebutkan bahwa perawatan di RSHS saat ini difokuskan pada stabilisasi kondisi sebelum menjalani prosedur bedah. "Untuk sekarang proses penyembuhan dan akan dijadwalkan untuk operasi," kata Afif. Selama dirawat, YTR tidak pernah sendirian. Kedua orang tuanya bergantian menjaga, dengan satu orang menemaninya di rumah sakit sementara yang lain mengurus keperluan rumah tangga. "Sekarang ada bapak, ibu pulang ke rumah karena ada adik di rumah," jelasnya.
Lingkungan sekitar ruang rawat YTR juga dijaga ketat. Aturan kunjungan diperketat untuk mencegah masuknya penyakit dari luar yang bisa mengganggu pemulihan. "Sudah steril banget, tamu dibatasi biar menjaga virus yang masuk," tuturnya. Di tengah fokus pada kesembuhan adiknya, Afif tetap berharap agar proses hukum terhadap Taufik berjalan lancar dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. "Semoga diperlancar proses sidangnya dan hukumannya maksimal," pungkasnya.
Rencana operasi yang sempat disebutkan oleh Afif akhirnya terlaksana. YTR dijadwalkan menjalani operasi bedah plastik di RSHS Bandung pada Selasa, 14 Juni 2026. Kakak ipar korban, Meilani, menjelaskan bahwa prosedur ini khusus untuk memulihkan jaringan di area wajah. "Hari ini ada tindakan operasi kecil di bagian wajah, untuk mengembalikan keelastisan kulit wajah," kata Meilani melalui pesan singkat. Bekas luka akibat kekerasan membuat kulit wajah YTR kehilangan tekstur aslinya dan membutuhkan intervensi dokter spesialis. "Ini cuman buat ngembaliin dulu keelastisan kulit karena sudah keras," ujarnya.
Sementara itu, untuk luka di bagian tubuh lain, terutama di area kepala yang sempat menjadi perhatian, Meilani memastikan kondisinya terus membaik. "Alhamdulillah sudah semakin baik," tambahnya. Perkembangan ini memperkuat optimisme yang sebelumnya diungkapkan Afif tentang pemulihan fungsi gerak YTR pasca-trauma berat. "Sudah bisa duduk dan berjalan dengan baik," ucap Afif.
Operasi wajah ini menjadi bagian penting dari rangkaian perawatan medis yang telah disiapkan tim dokter, sesuai dengan tahap penyembuhan YTR. "Untuk sekarang proses penyembuhan dan akan dijadwalkan untuk operasi," tuturnya. Selama fase kritis ini, dukungan dan kehadiran keluarga menjadi faktor utama untuk menjaga mental korban. "Sekarang ada bapak, ibu pulang ke rumah karena ada adik di rumah," tuturnya. Perlindungan dari infeksi pascaoperasi juga tetap dijaga dengan standar tinggi, mempertahankan kebijakan sterilisasi yang sudah diterapkan sejak awal. "Sudah steril banget, tamu dibatasi biar menjaga virus yang masuk," tuturnya.
Pada akhirnya, keluarga berharap seluruh penderitaan YTR dapat terbayar melalui penegakan hukum yang adil. Tuntutan agar pelaku dihukum berat terus disuarakan. "Semoga diperlancar proses sidangnya dan hukumannya maksimal," pungkasnya.
Secara keseluruhan, pemulihan YTR berjalan bertahap, dimulai dari kemampuan motorik dasar seperti duduk dan berjalan, hingga intervensi bedah untuk memulihkan jaringan wajah. Dukungan keluarga dan pengawasan ketat terhadap lingkungan perawatan menjadi kunci dalam proses ini, sementara harapan akan keadilan hukum tetap menjadi prioritas bagi keluarga korban.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
