Sensus Ekonomi 2026 Gowa: Data Rinci Usaha Fokus Pembangunan

Ika P. · 3 min baca · 1 hari lalu · 4 dibaca
Bisik.id
Sensus Ekonomi 2026 Gowa: Data Rinci Usaha Fokus Pembangunan

Gambar atau konten salah?

Sensus Ekonomi 2026 menjadi langkah penting bagi Pemerintah Kabupaten Gowa di Sulawesi Selatan untuk memetakan kondisi riil sektor usaha dan memperkuat dasar penyusunan kebijakan ekonomi daerah.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan pentingnya sensus ini agar bantuan usaha ke depan semakin tepat sasaran. Ia mengajak semua pihak untuk mendukung proses pendataan.

Pernyataan tersebut ditegaskan pada Rabu, 10 Juni 2026, saat Darmawangsyah menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel.

Menurut Darmawangsyah, data yang dihasilkan dari sensus akan menjadi instrumen penting bagi pemerintah dalam mengukur perkembangan ekonomi masyarakat, termasuk mengevaluasi efektivitas berbagai program pemberdayaan dan bantuan bagi pelaku usaha.

Sensus Ekonomi ini sangat penting karena akan memberikan gambaran kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya,” ujar Darmawangsyah dalam keterangannya.

Ia mengajak masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Kabupaten Gowa, untuk mendukung proses pendataan yang akan berlangsung mulai 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026. Petugas sensus nantinya akan melakukan pendataan langsung ke rumah tangga maupun lokasi usaha.

Partisipasi masyarakat sangat diharapkan agar dapat memberikan informasi yang benar, sehingga pemerintah memperoleh gambaran utuh mengenai potensi dan tantangan sektor ekonomi di daerah.

Data yang akurat menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Darmawangsyah.

Sementara itu, Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang digelar setiap sepuluh tahun untuk mendata seluruh unit usaha, mulai dari skala mikro hingga perusahaan besar.

Pelaksanaan sensus di Sulsel mendapat dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota, termasuk pelaku usaha dan akademisi. Sebanyak lebih dari 8.000 petugas akan diterjunkan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan untuk melakukan pendataan.

Selain usaha yang memiliki lokasi fisik, sensus juga akan menjangkau aktivitas ekonomi berbasis digital yang berkembang di masyarakat.

Sensus Ekonomi diharapkan menghasilkan basis data yang komprehensif sebagai landasan pemerintah dalam merancang kebijakan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Aryanto.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut Sulsel menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menegaskan bahwa pendataan yang dilakukan merupakan sensus lengkap, bukan survei berbasis sampel, sehingga seluruh pelaku usaha akan menjadi sasaran pendataan.

Sensus ini penting untuk menghadirkan potret ekonomi yang utuh, termasuk usaha rumah tangga dan usaha yang dijalankan melalui platform digital. Hasilnya akan menjadi referensi bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujar Amalia.

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, turut menyambut baik pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menilai data yang dihasilkan akan membantu pemerintah memetakan pelaku usaha serta memastikan berbagai program pemberdayaan ekonomi dan bantuan dapat disalurkan secara lebih akurat.

Menurutnya, keberadaan data yang valid menjadi kebutuhan penting dalam perencanaan pembangunan daerah, terutama untuk mengidentifikasi potensi ekonomi masyarakat dan menentukan kebijakan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026 dengan metode pendataan langsung ke rumah tangga dan unit usaha di seluruh wilayah. Hasil sensus tersebut diharapkan menjadi basis data strategis bagi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Gowa.

Dengan data yang komprehensif, pemerintah daerah dan pusat dapat lebih tepat sasaran dalam merancang kebijakan ekonomi, sehingga potensi usaha di Gowa dapat berkembang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Sensus Ekonomi 2026Kabupaten GowaSulawesi SelatanBPSPelaku UsahaData EkonomiKebijakan Daerah

Komentar

Memuat komentar...