Serangan Jantung Saat Tidur: Gejala dan Tanda Peringatan
Gambar atau konten salah?
Serangan jantung tidak selalu muncul ketika tubuh sedang bergerak. Banyak kasus menunjukkan bahwa kondisi darurat ini dapat terjadi saat seseorang sedang tidur. Akibatnya, gejala seringkali tidak terdeteksi sampai terlambat mendapatkan pertolongan.
Itulah sebabnya penting mengenali tanda-tanda yang bisa muncul sebelum atau saat serangan jantung terjadi di malam hari. Dari nyeri dada yang membangunkan tidur, sesak napas, hingga keringat dingin. Semakin cepat gejala terdeteksi, semakin besar peluang penanganan cepat dan lebih sedikit komplikasi.
Berikut beberapa alasan mengapa serangan jantung dapat terjadi saat tidur:
Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan gangguan pernapasan terkait tidur. Pengidapnya berulang kali mengalami henti napas. Penyumbatan atau penyempitan di saluran napas menghalangi aliran udara melalui tenggorokan ketika tidur. Akibatnya, pasokan oksigen ke jantung berkurang, sehingga otot jantung dapat rusak.
“Otot jantung itu ada dua jenis. Yang pertama sel yang bersifat listrik, dan sel yang bersifat pompa. Kalau yang rusak sel listrik, maka yang terjadi adalah listriknya konslet, dan itu meninggalnya lebih cepat,” jelas Konsultan perawatan intensif dan kegawatan kardiovaskular, Dian Zamroni, SpJP.
Gejala serangan jantung, seperti nyeri dada, sering terabaikan saat tidur karena terlalu pulas. Akibatnya, tindakan medis terlambat dan dapat berakibat fatal.
Menurut Mayo Clinic, serangan jantung terjadi ketika arteri yang mengirimkan darah dan oksigen ke jantung tersumbat. Endapan lemak berkolesterol menumpuk dan membentuk plak di arteri jantung. Saat plak pecah, gumpalan darah dapat terbentuk, menyumbat arteri dan menyebabkan serangan jantung. Selama serangan jantung, kurangnya aliran darah membuat jaringan otot mati.
Berikut beberapa gejala serangan jantung saat tidur, diambil dari Verywell Health dan Cleveland Clinic:
- Nyeri dada: terasa seperti tekanan, nyeri, terjepit, atau pegal.
- Rasa sakit menjalar: ketidaknyamanan menyebar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang gigi, atau perut bagian atas.
- Sesak napas: perasaan sesak napas yang tidak biasa, bisa terjadi saat istirahat atau tidak banyak bergerak.
- Gejala lain: berkeringat dan mual.
Serangan jantung di malam hari seringkali tidak terdeteksi karena tubuh berada dalam keadaan istirahat. Jika seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari pertolongan medis. Penanganan cepat dapat mengurangi kerusakan otot jantung dan meningkatkan peluang pemulihan.
Serangan jantung saat tidur menyoroti pentingnya memantau kesehatan jantung, terutama bagi mereka yang memiliki risiko seperti OSA. Mengenali tanda-tanda awal dan meresponsnya dengan cepat dapat menyelamatkan nyawa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Musang di Loteng: Cara Sederhana Mengusir Tanpa Kerusakan
Pemerintah Pertimbangkan Tutup SPPG, Biaya MBG 1 Triliun
Clara & Alexander Selesaikan Mediasi, Perceraian Dibatalkan
Harga BBM Pertamax Naik Rp 16.250, Pemerintah Meneliti
16 Juni 2026: Hari Merah Nasional, 15 Juni Tetap Kerja
KemenHAM Rekrut Penggerak HAM 2026 di Desa, Kelurahan
Berita Terbaru
Penelitian Menunjukkan iPhone Bikin Kelahiran Turun 52% di AS
Wali Kota Malang Suspend 6 Dapur SPPG karena Kegagalan IPAL
Messi Istirahat di Kamar 202, Hotel Riverfront, 2026
Alwi Farhan dan Ubed Raih Semifinal Open Badminton 2026
SpaceX IPO Terbesar: Elon Musk Menjadi Triliuner Pertama
Kopi Kekinian 5 Racikan di Kafe Jakarta: Mont Blanc & Coconut
Daftar Isi Doa Rosario 6 Mei 2026: Renungan dan Pengharapan
Sumur Puter Sunan Kudus: Cerita Tersesat di Gang Sempit