Sesar Kendeng Bojonegoro: BPBD Siapkan Simulasi Gempa

Eko P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Sesar Kendeng Bojonegoro: BPBD Siapkan Simulasi Gempa

Gambar atau konten salah?

Sesar Kendeng di Bojonegoro menjadi topik hangat di Threads, karena potensi gempa bumi dengan Magnitudo 7.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai sosialisasi kepada masyarakat saat terjadi gempa bumi.

"BPBD Jawa Timur terus meningkatkan kapasitas ketangguhan masyarakat terhadap bencana melalui sosialisasi, edukasi, simulasi evakuasi," kata Kiki.

Selain itu, BPBD Jatim terus mengembangkan Taman Pendidikan Bencana, yang dilengkapi ruang simulasi gempa.

"Kami juga memanfaatkan mobil edukasi penanggulangan bencana (MOSIPENA), pemasangan dan sosialisasi jalur evakuasi atau rambu-rambu kebencanaan serta pelaksanaan program desa/kelurahan tangguh bencana (Destana), dan satuan pendidikan aman bencana (SPAB)," jelasnya.

Taman Pendidikan Bencana ini dilengkapi dengan ruang simulasi gempa, sehingga warga dapat merasakan kondisi gempa secara realistis dan belajar tindakan evakuasi.

"Upaya tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi ancaman bencana gempa bumi sehingga mampu melakukan tindakan penyelamatan diri secara cepat, tepat, dan mandiri guna mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana," tandasnya.

Viral di media sosial Threads, sebuah unggahan akun yang menyebut gempa di Palu dengan magnitudo 6,7 dapat memicu gempa di daerah lain, termasuk Bojonegoro, Jawa Timur.

"Dari kejadian gempa Kota Palu 6,7 mag hari ini, mohon teman di Bojonegoro Jatim, Pandeglang Banten, Padang Pariaman, Simeulue Aceh, waspada bisa muncul gempa skala 6-7. Ada gempa sesar darat yang lebih sulit diprediksi," tulis akun tersebut.

"Data tekanan lempeng bumi udah 1.200 bar, yang tertinggi masih Selat Sunda bisa 1.350 bar, arti bisa ada gempa skala 6-7-8," lanjutnya.

Dr Ir Amien Widodo, pakar geologi ITS dan peneliti senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS, menjelaskan bahwa Palu berada di wilayah Sesar Palu-Koro dan pergerakannya menuju barat laut, menjauh dari Jawa.

"(Palu) posisinya itu jauh sekali kan, di atas Jawa itu kan Kalimantan, terus Sulawesi sana ya. Nah, Sulawesi itu baru di atas Madura lah kiranya begitu. Nah, terus pergeseran sesarnya, pergeseran patahannya itu ke arah barat laut, jadi ke arah atas begitu, jadi miring terhadap Jawa itu miring. Jadi, enggak lurus langsung," jelas Amien saat dihubungi.

"Jadi, dia ada di tengah Palu, ada di daerah sesar Palu-Koro, di sebelah utaranya lagi malah gitu. Nah, itu bergeraknya itu menuju ke arah barat laut. Jadi, kalau utara barat itu namanya barat laut, kan menjauh dari Jawa tadi," jelasnya.

"Kalau di Jawa itu memang ada sesar-sesar juga tadi, Sesar Kendeng misalnya tadi. Nah, Sesar Kendeng itu kemungkinan yang mempengaruhi adalah megathrust yang ada di Selatan Jawa kemungkinan. Karena dia didorong dari Selatan begitu. Kalau dari utara kan jarang. Dari utara itu yang terakhir kan yang sesar itu Sesar Bawean," imbuhnya.

Sesar Kendeng tetap menjadi ancaman yang perlu dipantau, sementara penjelasan ilmiah menegaskan bahwa gempa di Palu tidak langsung memicu gempa di Jawa. Namun, tekanan lempeng dan interaksi sesar tetap menjadi faktor penting dalam menilai risiko gempa.

Sesar KendengGempa BumiBPBD Jawa TimurTaman Pendidikan BencanaSimulasi GempaThreadsPaluLempeng Bumi

Komentar

Memuat komentar...