Shivon Zilis: Dari Dewan OpenAI ke IVF Bersama Elon Musk
Gambar atau konten salah?
Shivon Zilis, yang memegang peran penting di dewan direksi OpenAI, menjelaskan bahwa ia menerima sel telur dari Elon Musk melalui prosedur bayi tabung. “Saya sangat ingin menjadi seorang ibu, dan Elon mengajukan tawaran sekitar waktu itu, dan saya menerimanya. Dia mendorong semua orang di sekitarnya saat itu untuk memiliki anak, dan dia menyadari bahwa saya belum punya anak. Dia menawarkan untuk mendonorkan sel telur,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hubungan ini dimulai tanpa perasaan cinta pada awalnya. “Perpisahan setengah-setengah yang aneh,” kata Zilis saat bersaksi. Ia juga menyatakan bahwa ia memfasilitasi komunikasi antara OpenAI dan Neuralink, namun menolak menyampaikan informasi kepada Musk.
Setelah Musk meninggalkan OpenAI pada tahun 2018, Zilis tetap berada di dewan hingga tahun 2023 sambil bekerja di Neuralink. Selama periode tersebut, ia bertugas mengelola apa yang disebut “konflik Elon” di antara kedua perusahaan.
Greg Brockman, eksekutif OpenAI, bersaksi bahwa dewan mempercayai Zilis untuk menavigasi kepentingan yang saling bertentangan. Ia juga menyatakan bahwa anak-anak Zilis dihasilkan dari pengaturan IVF yang murni platonis.
Elon Musk, yang memiliki sekitar 14 anak dengan beberapa perempuan, sering menekankan risiko keruntuhan populasi. Ia bahkan menawarkan spermanya untuk upaya kolonisasi Mars, memimpikan kota mandiri berpenduduk satu juta orang dalam waktu 20 tahun.
Proyeksi pendaratan di Mars menurut NASA kini diperkirakan akan terjadi lebih lama, yakni hingga tahun 2030-an atau 2040-an. Donasi ini mencerminkan pola Musk yang lebih luas dalam mengubah kekhawatiran demografis menjadi tindakan pribadi, meski kontroversial.
Dalam konteks ini, Zilis berperan sebagai penghubung antara dua perusahaan raksasa teknologi sekaligus menjadi ibu bagi anak-anak yang lahir dari prosedur IVF. Peranannya menyoroti dinamika kompleks antara kepentingan pribadi dan profesional di dunia teknologi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
