Shopee-Kemendag Luncurkan Program Akselerasi Produk Lokal
Gambar atau konten salah?
Shopee Indonesia menggandeng Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal. Tujuan utamanya? Membuka akses pasar yang lebih luas dan mendongkrak daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) supaya bisa naik kelas.
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan apresiasi. Ia menilai Shopee cepat tanggap terhadap kebijakan baru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). "Hari ini ada peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal. Terima kasih Shopee karena adanya kebijakan baru yang dituangkan dalam Permendag 19 Tahun 2026, ternyata Shopee merespons dengan cepat," ujar Budi di acara peluncuran di Taman Mini Indonesia Indah, Kamis, 13 Agustus 2026.
Ia melanjutkan, "Kami memang menekankan bagaimana produk-produk lokal diutamakan dalam ekosistem e-commerce agar lebih cepat dikenal oleh konsumen. Dengan demikian, para pelaku usaha bisa semakin banyak berproduksi."
Kemendag tak hanya bicara. Ada program bernama Product Placement Pilihan BuSan, yang memajang produk-produk UMKM langsung di ruang kerja menteri. Setiap tiga bulan sekali, produk yang dipajang diganti dan diseleksi ulang. Produk-produk yang terpilih kemudian diikutsertakan dalam Trade Expo Indonesia (TEI). Tahun ini merupakan tahun ke-41 pameran tersebut berlangsung.
"Nanti kalau Bapak/Ibu masuk ke program 'Pilihan BuSan', otomatis kita buatkan booth khusus atau stand khusus untuk produk-produk pilihan tersebut. Tahun kemarin ada sekitar 10 perusahaan yang masuk 'Pilihan BuSan' dan mendapatkan pembeli untuk ekspor," imbuh Budi.
Ia juga menjelaskan soal program 'UMKM Bisa Ekspor'. Lewat program ini, pelaku usaha cukup mempresentasikan produk mereka kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri — misalnya Atase Perdagangan atau Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Pihak perwakilan Indonesia akan membantu mencari pembeli potensial. Setelah pembeli ditemukan, para pelaku UMKM mempresentasikan keunggulan produknya secara daring langsung kepada calon pembeli.
"Tahun lalu transaksinya mencapai USD 134 juta. Tahun ini, periode Januari-Juni saja sudah mencapai USD 251 juta. Itu UMKM yang 60-70% di antaranya belum pernah ekspor sebelumnya. Kita fasilitasi dan mereka tidak perlu bertemu langsung, cukup secara online saja. Nanti kalau produk Bapak/Ibu bagus, bisa masuk ke sana. Tapi kita tes dulu ya, lolos tidak di 'Pilihan BuSan'," jelasnya.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengatakan pihaknya terus berupaya mendukung pertumbuhan pelaku usaha dalam negeri. Melalui Program Akselerasi Produk Lokal, Shopee memberikan enam program dukungan. Enam program itu meliputi: Voucher Akselerasi Usaha, Kampus Shopee Kelas Online, Program Ekspor Shopee dan Program Ekspor Shopee Fleksi, Layanan Dikelola Shopee, Inovasi Fitur, serta Akselerasi Perlindungan.
"Sejak tahun 2022, sudah ada 4 miliar produk yang berhasil terjual melalui kanal Shopee pilihan lokal ini. Dan ada 40% peningkatan pendapatan yang dirasakan penjual lokal. Ini didukung juga sama berbagai voucher-voucher kita sepanjang 2025. Jadi ini semangat berkelanjutanlah Pak Menteri, Pak Dirjen," jelas Balques.
Ia menjelaskan Program Ekspor Shopee dan Ekspor Shopee Fleksi menjadi salah satu program unggulan. Perbedaan keduanya terletak pada sistem pengelolaan. Pada Program Ekspor Shopee, perusahaan akan membantu dalam manajemen ekspor. Sedangkan pada Ekspor Shopee Fleksi, pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada pedagang — mulai dari margin, harga, strategi, dan lain-lain.
Shopee juga mengungkapkan program Kampus Shopee Kelas Online tahun lalu berhasil melatih jutaan UMKM di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dengan lebih dari 350 jam pelatihan, semua fasilitas — termasuk 400 modul pelatihan — disebarkan secara gratis. Pelaku UMKM hanya perlu memilih jadwal belajarnya sendiri melalui aplikasi.
Selain itu, Shopee melakukan inovasi pada fitur bernama 'Program Saya'. Fitur ini mempermudah pelaku usaha untuk mengetahui keikutsertaannya dalam program-program promosi Shopee lainnya. Sejalan dengan itu, Shopee turut memberikan dukungan lewat Layanan Dikelola Shopee. Fasilitas gratis biaya layanan selama tiga bulan dan biaya awal yang lebih rendah diharapkan bisa membuat pengeluaran pelaku usaha lebih terukur — demi mengakselerasi produk lokal menembus pasar global.
Perlindungan merek juga jadi perhatian. Shopee menyediakan Brand IP Portal untuk memudahkan para pelaku UMKM melaporkan segala bentuk pelanggaran merek dan plagiasi terhadap produk mereka. Sebelumnya, Shopee juga telah meluncurkan program voucher akselerasi usaha pada 17 Mei 2026. Voucher sebesar Rp500.000 diberikan kepada setiap toko per bulannya.
Berdasarkan data yang dimiliki Shopee, lebih dari 130 ribu voucher telah dibagikan setiap bulan untuk pembeli produk lokal. Hanya dalam waktu 7 jam, seluruh voucher habis digunakan. "Voucher akselerasi usaha lokal ini alhamdulillah ya sudah dibagikan setiap bulannya dan terasa sekali berdampak pada peningkatan minat beli produk-produk lokal ya. 130.000 voucher sudah dibagikan setiap bulannya dan jumlah waktu voucher sudah habis dalam waktu 7 jam saja Pak. Tidak pakai lama, jadi bagus berarti kan berguna dan bermanfaat. Kalau tiba-tiba lama berarti ini tidak membantu kan. Alhamdulillah cepat dan bermanfaat," tutup Balques.
Kerja sama antara pemerintah dan platform e-commerce ini menyasar satu hal: produk lokal bisa bersaing, baik di pasar dalam negeri maupun internasional. Data menunjukkan minat terhadap produk lokal cukup tinggi — voucher habis dalam hitungan jam, ekspor naik drastis, dan pelatihan menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia. Apakah ini cukup untuk mendorong UMKM naik kelas? Waktu yang akan menjawab.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah BNI Disiplin Kelola Uang Lewat Aplikasi wondr
Penyelundupan Emas Rp63 M Digagalkan dalam Sehari
BRImo dan Pegadaian Luncurkan Cicil Emas
Uji Emisi Truk Peti Kemas di Dua Terminal Pelindo
Menkeu Bicara Soal Dua Pegawai Pajak Tersangka Kasus Toba Pulp
ASDP Targetkan Rute RoRo Batam-Johor Beroperasi 2027