Shopee Perluas Ekspor ke Empat Negara ASEAN
Gambar atau konten salah?
Shopee Indonesia memperluas jangkauan ekspor lewat Program Ekspor Shopee FLEXI. Kini, penjual Tanah Air bisa mengirim produk ke Singapura, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam. Perluasan ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran Program Jalan Global Kreasi Lokal.
Sebelumnya, program yang sama baru melayani pengiriman ke Malaysia sejak diluncurkan pada 2025. Kini, empat negara Asia Tenggara lainnya ikut masuk daftar tujuan.
CEO Anteraja, Handy Widiya, menjelaskan program ini memberi kesempatan bagi penjual Shopee Indonesia untuk menjual langsung ke luar negeri. Yang menarik, penjual memegang kendali penuh atas toko mereka di negara tujuan ekspor.
"Penjual bisa mengatur sendiri, mulai dari negara mana saja yang mau dituju, penentuan harga, hingga strategi promosi di masing-masing negara yang dituju. Shopee juga memperbarui Dashboard Seller Centre Program Ekspor FLEXI dan fitur Product Sync untuk bantu penjual bisa mengoptimalkan strategi bisnis mereka," kata Handy dalam keterangan tertulis, Rabu (28 Oktober 2026).
Untuk mendukung ekspansi ini, Shopee menggandeng dua mitra logistik: Anteraja dan JNE. Keduanya akan memperkuat layanan pengiriman bagi penjual yang ingin menembus pasar ekspor.
Acara peluncuran Program Jalan Global Kreasi Lokal digelar di Gudang Ekspor Shopee, Jakarta Barat, pada Selasa (27 Oktober 2026). Hadir dalam kesempatan itu CEO Anteraja Handy Widiya dan Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi Soeprapto.
Handy menilai kolaborasi ini penting untuk memperkuat kapasitas ekspor nasional. Menurutnya, logistik yang efisien menjadi kunci membangun kepercayaan konsumen internasional.
"Efisiensi logistik merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan konsumen internasional. Bersama Shopee, Anteraja berkomitmen menyediakan layanan pengiriman yang dapat diandalkan dan terintegrasi untuk mendukung ekspansi produk lokal di pasar global dan mendorong performa ekspor usaha lokal secara maksimal," ujar Handy.
Selain perluasan rute, Shopee bersama Anteraja dan JNE juga mengadakan pelatihan intensif bagi penjual. Program ini dinamai Kelas Edisi Spesial Program Ekspor Shopee FLEXI.
"Pelatihan ini membekali penjual dengan pemahaman mendalam seputar strategi pemasaran, mengenal karakteristik pasar di negara tujuan ekspor, hingga pemanfaatan fitur-fitur Program Ekspor Shopee FLEXI," jelasnya.
Antusiasme penjual cukup tinggi. Handy menyebut tiga kelas pelatihan intensif yang digelar sepanjang Oktober 2026 diikuti lebih dari 1.500 penjual.
Dari peserta pelatihan tersebut, Shopee dan mitra logistiknya memilih 10 penjual terbaik. Mereka akan mengikuti kegiatan Seller Immersion di Malaysia pada 2-5 November 2026. Dalam kegiatan itu, para penjual akan mempelajari tren konsumen, penentuan harga, dan strategi promosi di pasar Malaysia.
Sementara itu, Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi Soeprapto menyampaikan dukungannya. Ia menegaskan komitmen JNE dalam memberikan layanan pengiriman yang andal dan aman.
"Sebagai mitra logistik yang telah menjalin kerja sama panjang dengan Shopee, JNE selalu berkomitmen memberikan layanan pengiriman yang andal, efisien, dan aman. Kami bangga dapat turut berkontribusi dalam mendukung usaha lokal dalam memperluas jangkauannya ke pasar mancanegara," tutup Feriadi.
Langkah ini menunjukkan upaya platform e-commerce memperluas pasar bagi produk lokal. Dengan tambahan empat negara tujuan, peluang penjual Indonesia untuk menjangkau konsumen di kawasan Asia Tenggara semakin terbuka lebar. Dukungan logistik dari Anteraja dan JNE menjadi faktor penting agar pengiriman lintas negara berjalan lancar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Ambruk 1,99%, Tapi 3 Saham Ini Justru Terbang
Rupiah Tertekan, Dolar AS Mendekati Rp 18.200
Bank Jago Catat Laba Bersih Naik 50% per September 2026
Pemegang Saham BEI Setujui Demutualisasi
BEI Bagikan Dividen Tunai Pertama Rp1,56 Triliun
BEI Targetkan 25 IPO Baru dan Transaksi Rp21 Triliun per Hari di 2027
