Gibran Tinjau Pasar Induk Banyuwangi Rp152 Miliar
Gambar atau konten salah?
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambangi Banyuwangi pada Jumat, 10 Juli 2026. Ia datang untuk melihat langsung hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan. Dua lokasi ini jadi sorotan utama dalam kunjungan kerja sang wapres.
Gibran tidak datang sendirian. Ia ditemani Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Kedua bangunan yang terletak di Kecamatan Banyuwangi itu sudah rampung diperbarui oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Rencananya, kawasan ini bakal jadi pusat perdagangan modern. Tapi bukan sembarang pusat belanja. Tempat ini akan terintegrasi dengan kawasan wisata heritage. Jadi pengunjung bisa belanja sambil menikmati nuansa sejarah.
Proyek revitalisasi ini mulai dikerjakan pada Oktober 2024. Nilainya cukup besar, mencapai Rp 152 miliar. Kini pembangunan fisik sudah seratus persen selesai. Tinggal menunggu serah terima pengelolaan dari Kementerian PU ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Prosesnya dijadwalkan pekan ini juga.
Saat meninjau lokasi, Gibran menyusuri kios dan los yang akan ditempati pedagang. Pasar ini dirancang dengan konsep modern. Tujuannya jelas: jadi pasar yang bersih dan sekaligus destinasi wisata. Bukan sekadar tempat jual beli biasa.
Pasar Induk Banyuwangi berdiri di lahan seluas 10.600 meter persegi. Kawasannya terbagi menjadi dua bangunan utama. Di sisi utara, ada pasar dua lantai dengan 209 kios. Sementara di sisi selatan, juga dua lantai, dengan kapasitas 568 kios. Total luas bangunan utama mencapai 15.872 meter persegi. Semua tempat usaha berjumlah 777 unit, terdiri dari 194 kios dan 583 los.
Selama kunjungan, Gibran sempat berbincang dengan Khofifah, Ipuk Fiestiandani, dan Asisten Bidang Perekonomian Ratno. Percakapan mereka tampak santai.
Revitalisasi ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi warga. Meski tampil lebih modern, arsitektur kawasan tetap mempertahankan nilai sejarah. Kearifan lokal Banyuwangi juga diangkat. Jadi tidak ada yang hilang dari identitas asli tempat ini.
Setelah dari pasar, Gibran dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Muncar. Di sana ia akan berdialog dengan ratusan nelayan. Topiknya seputar kondisi sektor perikanan. Lalu rombongan akan menuju Pondok Pesantren Ibnu Sina Jalen di Kecamatan Genteng untuk menunaikan Salat Jumat.
Kunjungan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pembangunan pasar tradisional. Bukan hanya soal fisik bangunan, tapi juga bagaimana pasar bisa tetap relevan di tengah perubahan zaman. Dengan menggabungkan unsur modern dan heritage, Pasar Induk Banyuwangi mencoba menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Dan yang terpenting, semua ini dilakukan tanpa menggeser pedagang kecil yang sudah lama berjualan di sana.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
