Tanggul Lumpur Lapindo Bocor, Ancam Rel Kereta

Sinta R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Tanggul Lumpur Lapindo Bocor, Ancam Rel Kereta

Gambar atau konten salah?

Pada Jumat dini hari, 10 Juli 2026, sekitar pukul 04.00 WIB, sebuah kebocoran terjadi di tanggul penahan lumpur Lapindo. Lokasinya tepat berada di titik 10D, Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Air yang bercampur lumpur sempat mengalir hingga mendekati area rel kereta api.

Seorang petugas lapangan dari BPLS menyatakan bahwa setelah menerima laporan, tim langsung bergerak. "Kami langsung mengerahkan petugas keamanan dan menghubungi operator alat berat ekskavator untuk melakukan penanganan," katanya di lokasi kejadian. Alat berat mulai bekerja sekitar pukul 06.50 WIB. Tujuannya jelas: menutup bagian tanggul yang bocor agar aliran lumpur tidak meluas.

Dari pantauan di lapangan, air dan lumpur sempat menggenangi tanggul utama. Kemudian aliran itu bergerak menuju tanggul penahan kedua dan ketiga. Kedua tanggul tersebut letaknya berdekatan dengan jalur rel kereta api. Situasi ini jelas mengkhawatirkan.

Sastro, seorang pemandu wisata lumpur Lapindo, mengetahui kejadian ini saat hendak memulai aktivitasnya pagi itu. "Saya naik ke tanggul sekitar pukul 05.00 WIB. Dari pos pangkalan ojek terlihat ada genangan air dan lumpur. Setelah saya dekati, ternyata tanggul di titik 10D bocor," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, volume air lumpur memang terlihat meningkat. "Kami khawatir kalau debit air terus naik, aliran lumpur bisa mengancam rel kereta api maupun Jalan Raya Porong," ungkap Sastro.

Hingga Jumat pagi, proses penutupan kebocoran masih terus berlangsung. Alat berat dikerahkan untuk memastikan tanggul kembali aman. Tujuan utamanya adalah mencegah aliran lumpur meluas lebih jauh. Kebocoran ini menambah daftar panjang peristiwa serupa di area tanggul lumpur Lapindo, yang kerap memicu kekhawatiran warga sekitar dan pengguna jalur transportasi utama.

kebocoran tanggulLapindoSidoarjotanggul penahan lumpurrel kereta apiBPLSalat berat

Komentar

Memuat komentar...