Siswa SLB Santi Rama Lolos ITB FSRD lewat SNBP 2026
Gambar atau konten salah?
Dinda, seorang siswa kelas 12 di SLB Tunarungu Santi Rama, baru saja menerima kabar yang membuatnya bersorak. Pada 17 April 2026, ia diumumkan lulus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
“Awalnya saya merasa terkejut campur bahagia ketika melihat hasil seleksi lolos SNBP. Bahkan tidak kepikiran bahwa saya bisa menjadi anak SLB pertama yang berhasil tembus ITB,” ucap Dinda saat diwawancarai.
Keberhasilan ini menandai tonggak sejarah bagi sekolahnya. Dinda menjadi siswa pertama dari SLB Santi Rama yang diterima di ITB Kampus Ganesha melalui jalur prestasi. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang masa depan.
Menurut Dinda, kunci utama untuk diterima di kampus impian terletak pada manajemen waktu, kedisiplinan yang ketat, dan konsistensi dalam mengejar prestasi nasional tanpa mengesampingkan nilai akademik di sekolah. Ia menjelaskan, “Saya mengatur skala prioritas yaitu wajib memiliki prinsip, mengatur waktu, berusaha disiplin, menjaga keseimbangan antara belajar dan kegiatan lain.”
Dia juga menerapkan teknik belajar mandiri. Setiap materi dicatat dan dibaca berulang kali, khususnya untuk memahami pelajaran secara menyeluruh. Pendekatan ini membantu dia mempertahankan nilai rapor yang baik sambil menyiapkan diri untuk ujian SNBP.
Keberhasilan Dinda menembus FSRD ITB menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah. Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi teman-teman disabilitas lainnya. “Pencapaian ini sangat berarti bagi saya sebagai siswi tuli dari SLB yang membuktikan bahwa anak SLB pun bisa lolos jalur SNBP. Semoga ke depannya lebih banyak lagi teman-teman tuli yang berkesempatan masuk PTN. Dan khusus Santi Rama semoga ini menjadi pembuka jalan untuk adik-adik kuliah di ITB melalui jalur SNBP,” tuturnya.
Dinda memilih ITB karena kualitas pendidikannya yang sudah dikenal. Ia memilih FSRD karena sesuai dengan bakat dan minatnya. “Saya memilih ITB karena kualitas pendidikannya yang sudah dikenal, memilih FSRD karena sesuai dengan bakat dan minat saya. Saya ingin berkarya di bidang seni dan desain,” jelasnya.
Ia pernah melakukan observasi langsung ke gedung FSRD ITB saat mengunjungi kakaknya yang merupakan alumni Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB angkatan 2020. “Waktu itu kakak saya kuliah di ITB. Saya pernah berkunjung ke kampusnya dan melakukan observasi ke FSRD nya,” tambahnya.
Metode pembelajaran di SLB Santi Rama sangat membantu Dinda berkomunikasi dan memahami materi. “Metode pembelajaran yang berbasis visual dan komunikasi yang jelas bisa membantu anak-anak SLB memahami bahasa,” ujarnya.
Para guru dan lingkungan sekolah juga menjadi faktor penting. “Guru-guru dan lingkungan sekolah Santi Rama selalu memberi dukungan, kepercayaan dan tidak membatasi saya,” ungkap Dinda. Pihak sekolah aktif membantu proses administratif saat pendaftaran SNBP berlangsung, sehingga ia dapat fokus mempersiapkan diri secara maksimal.
Dinda juga berpesan kepada teman-teman Tuli lainnya agar tidak ragu memiliki impian tinggi. “Bangkitkanlah dirimu jika memiliki impian, dan konsistenlah belajar serta berlatih dengan sungguh-sungguh. Pesan ini tidak hanya untuk adik-adik kelas di Santi Rama, tetapi juga untuk anak-anak SLB, baik swasta maupun negeri,” pungkasnya.
Keberhasilan Dinda menunjukkan bahwa dengan disiplin, dukungan lingkungan, dan strategi belajar yang tepat, siswa dengan keterbatasan dapat meraih prestasi tinggi. Pencapaian ini membuka peluang bagi lebih banyak anak SLB untuk mengejar pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mahasiswa ITS Ciptakan Pestisida Nano Tahan Hujan dan UV
Aturan Baru SD: Anak 5 Tahun Bisa Masuk, Asalkan Siap
MPLS 2026 Bertema Ramah, Berlangsung Lima Hari
2,4 Juta Anak Putus Sekolah, Kemendikdasmen Jemput Lewat PJJ
KKNI Level 6: Sertifikasi Resmi untuk Instruktur Master
Bootcamp 35 Hari Kuasai 6 Software Statistik
Berita Terbaru
Contoh Proposal 17 Agustus 2026 Resmi Dirilis
Rem Blong, Truk Tronton Tabrak 12 Kendaraan, 2 Tewas
Gudang Meubel Kayu Jati Ludes Terbakar di Tembalang
Bayi Tabung Berhasil, Pasutri Sumenep Dikaruniai Kembar Setelah 22 Tahun
Korban Gempa Venezuela Dapat Jersey Ronaldo
Wisatawan Asing Naik Kereta Api Naik 2,54%
Pria 68 Tahun Temukan Cincin Emas Romawi Langka di Somerset
Pelatih Norwegia Redam Sorotan Haaland Hadapi Brasil
