Bootcamp 35 Hari Kuasai 6 Software Statistik
Gambar atau konten salah?
Banyak mahasiswa dan peneliti bingung saat harus memilih software untuk mengolah data penelitian. SPSS, JASP, JAMOVI, RStudio, SmartPLS, dan Amos adalah beberapa pilihan yang tersedia. Masing-masing punya fungsi yang tidak sama. Salah pilih software justru bisa membuat proses analisis data kuantitatif menjadi lebih lama dari seharusnya.
Kebingungan ini bukan karena malas belajar. Masalah utamanya, banyak orang tidak tahu software mana yang cocok untuk jenis data dan tujuan penelitian mereka. Analisis deskriptif dan komparasi, misalnya, punya pendekatan yang berbeda dari uji regresi, factor analysis, path analysis, atau pemodelan SEM-PLS. Setiap metode butuh alat yang berbeda.
Sebuah program pelatihan bernama ALL-IN-ONE BOOTCAMP: Kuasai Analisis Data Kuantitatif dari 0 sampai Advanced! mencoba menjawab masalah ini. Pelatihan ini menggunakan pendekatan bertahap selama 35 hari. Peserta akan belajar dari konsep dasar statistik hingga praktik langsung di enam software sekaligus.
Kelas dilakukan secara online melalui Zoom. Jadwalnya setiap hari Selasa, mulai tanggal 7, 14, 21, 28 Juli dan 4, 11 Agustus. Waktu belajarnya dari pukul 19.00 sampai 21.30 WIB.
Peserta akan diajar langsung oleh Data Engineer di BPS RI, Ahli Muda BPS RI, dan Data Analyst yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun. Materi belajar dilengkapi dengan studi kasus dari artikel ilmiah nyata. Ada juga bantuan AI Tools untuk membantu interpretasi hasil analisis.
Pelatihan ini memberikan beberapa bonus. Peserta mendapat e-sertifikat nasional 200 JP, e-modul, rekaman kelas, serta akses ke software statistik yang gratis dan legal. Biaya investasinya Rp 350.000 untuk 35 hari pembelajaran penuh.
Selama pelatihan, peserta akan mengikuti enam kali live class dan sesi berbagi harian melalui WhatsApp Group. Ada juga bonus voucher layanan dari Educativa dan KelasRiset.id. Tujuannya, peserta tidak belajar sendirian saat menghadapi skripsi atau publikasi ilmiah.
Pendaftaran bisa dilakukan melalui detikevent. Pelatihan ini dirancang untuk membantu mengatasi kebingungan dalam mengolah data skripsi.
Singkatnya, memilih software yang tepat untuk analisis data kuantitatif memang membingungkan. Pelatihan terstruktur seperti bootcamp ini bisa menjadi jalan keluar, terutama bagi mereka yang butuh bimbingan langsung dari praktisi berpengalaman. Dengan biaya yang relatif terjangkau, peserta mendapatkan akses ke enam software sekaligus dan pendampingan selama lebih dari sebulan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Hakim MK Minta Kampus Jangan Intimidasi Dosen Saksi
Tes Penampilan IPDN 2025: Postur Tubuh hingga Suara Diperiksa
Disdik Jabar Larang Siswa Bawa Motor dan Merokok di Sekolah
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Masih Misteri
Jadwal Libur Kenaikan Kelas 2026 Resmi dari 14 Provinsi
74,4% Orang Tua Nilai SPMB 2026 Mudah Dipahami
Berita Terbaru
Kembali Rekrut Karyawan, Perusahaan Besar Akui AI Tak Sempurna
BRIN Dorong Indonesia Siapkan Transisi ke Bioetanol E20
Palmer Sindis Tuchel: Pilihanku Berbeda
Bulog Dukung Penuh Swasembada Pangan Nasional
Kontraktor Jembatan P6 Muba Didesak Beri Kepastian 13 Juli
Truk Muat Eskavator Terguling di Karangasem, Sopir Selamat
