SMAN 28 Bandung: 600 Minat, Belajar Sementara di SMAN 23
Gambar atau konten salah?
Di Jalan Pacuan Kuda, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, sebuah papan nama berdiri di atas lahan kosong. Tanpa ruang kelas, meja belajar, atau aktivitas siswa, papan tersebut menandai lokasi yang akan menjadi gedung permanen SMAN 28 Bandung.
Meski belum ada fasilitas, SMAN 28 Bandung sudah resmi membuka pendaftaran angkatan pertama untuk tahun ajaran 2026/2027 melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kepala sekolah, Ai Sumiati, menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat tidak terlepas dari kebutuhan mendesak akan keberadaan SMA negeri di wilayah tersebut. “SPMB sudah dimulai dan alhamdulillah animo masyarakat sangat tinggi. Khususnya di Kecamatan Arcamanik karena selama ini belum ada SMA Negeri,” ujar Ai pada Sabtu (13 Juni 2026).
Di tahun pertama operasional, SMAN 28 Bandung menyediakan enam rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 36 siswa per kelas, sehingga total tempat duduk hanya 216 siswa. Namun, jumlah calon murid yang berminat melonjak tajam, melampaui kuota yang tersedia. “Tapi yang daftar atau berminat ke SMAN 28 ini sudah mencapai 600 orang,” tambah Ai.
Karena gedung permanen masih dalam proses pembangunan, seluruh siswa angkatan pertama akan menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) sementara di lingkungan SMAN 23 Bandung selama satu semester. Ai menegaskan bahwa penggunaan fasilitas di SMAN 23 bersifat sementara. “Kami hanya menggunakan tempat di SMAN 23. Secara administrasi dan pengelolaan sekolah sudah terpisah sebagai SMAN 28 Bandung,” katanya.
Ai meminta masyarakat agar tidak ragu menyekolahkan putra-putrinya di SMAN 28 Bandung. Ia memastikan legalitas sekolah tersebut sudah kuat karena telah mengantongi Surat Keputusan (SK) pendirian dari Gubernur Jawa Barat. “SMA 28 Bandung sudah memiliki SK pendirian. Selama pembangunan berlangsung, pembelajaran dilakukan sementara di SMAN 23. Mudah-mudahan semester dua atau sekitar Januari nanti sudah bisa menempati gedung baru,” ujarnya.
Proses pembangunan gedung permanen tengah dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Ai menegaskan bahwa kehadiran SMAN 28 Bandung bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan institusi pendidikan yang siap berjalan dan segera memiliki fasilitas mandiri. “Jangan khawatir karena SMA 28 Bandung sudah pasti dibangun dan akan memiliki gedung sendiri,” pungkasnya.
Dengan kapasitas terbatas namun permintaan tinggi, SMAN 28 Bandung menegaskan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan SMA negeri di Arcamanik. Pendirian sekolah ini menjawab kekosongan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut, sementara siswa dapat belajar di SMAN 23 hingga gedung baru siap.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jawa Barat Tanggung Biaya Sekolah Swasta bagi 70 Ribu Calon Murid
Kendala Situs SPMB 2026 Orang Tua Kesulitan Akses Hasil
Banjir di Jakarta, Ribuan Penduduk Pindah ke Kawasan Tinggi
PKB Jabar Fest 14 Juni: DPAC Jawa Barat Di Arcamanik Youth
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia Setelah IPO SpaceX
Satria Muda Kalah 79-82 vs Bogor Hornbills Semifinal IBL
Berita Terbaru
SMAN 28 Bandung: 600 Minat, Belajar Sementara di SMAN 23
Temuan Batu Lingga Terbuka di Klaten, Aksara Terbaca
Keju di Makanan Cepat Saji: Manfaat, Bahaya, dan Cara Sehat
BBM Pertamax Naik Rp16.250, Pertalite Tetap Rp10.000
Maroko Hadapi Brasil 14 Juni 2026 di Piala Dunia
Marquinhos: Brazil Bakal Menang Piala Dunia 2026, Harapan Baru
Zulkifli Hasan Kunjungi Petani Aceh, Fokus Distribusi Pupuk
Gading Serpong: Pusat Kafe Favorit Warga BSD dan Tangerang
Indonesia vs Kamboja Imbang 0-0, Bertarung Ketiga AFF U-19