SNPMB Tegaskan UTBK SNBT 2026 Akuntabel dan Integritas

Nita W. · 2 min baca · 9 hari lalu · 57 dibaca
Bisik.id
SNPMB Tegaskan UTBK SNBT 2026 Akuntabel dan Integritas

Gambar atau konten salah?

SNPMB memastikan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 berjalan dengan akuntabel dan penuh integritas. Pada konferensi pers hasil SNBT yang digelar secara hybrid pada Senin, 25 Mei 2026, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, menegaskan hal tersebut.

“Kami pastikan pelaksanaan seleksi ini berlangsung dengan akuntabel dan penuh integritas. Buktinya apa?” ucapnya. Ia menyoroti fakta bahwa banyak anak rektor atau pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) tidak lolos SNBT. “Kalo ada buktinya apa akuntabel dan berintegritas, banyak terdapat anak para rektor-pimpinan PTN yang tidak lulus SNBT. Padahal yang menetapkan kelulusan adalah para rektor,” ungkap Eduart.

Eduart menjelaskan bahwa pada tahun 2026, tingkat penerimaan melalui UTBK SNBT mencapai 29,42%. Meskipun begitu, ia menerima komplain dari masyarakat, termasuk orang tua yang berharap anaknya dapat kuliah di PTN. Ia menegaskan bahwa kuota SNBT tidak ditentukan oleh kehendak pimpinan PTN, melainkan disesuaikan dengan sarana, prasarana, sumber daya manusia, dan kesiapan masing‑masing PTN.

Jumlah peserta SNBT tahun ini mencapai 871.496 orang, sedangkan yang lolos mencapai 256.369. Eduart juga menguraikan mekanisme kuota awal dan kuota penambahan pada setiap jalur penerimaan nasional mahasiswa baru. Ia menyatakan, “SNBP awal misalnya untuk diploma 3 itu adalah 15.758, tetapi yang daftar ulang itu adalah 11.726. Ada kurang lebih 4 ribu yang tidak terisi, sehingga ketika pelaksanaan SNBT, yang kuota awalnya (sekitar) 21 ribu, maka dia kan berubah menjadi (sekitar) 25 ribu karena kuota yang tidak terisi di SNBP dialihkan ke SNBT.”

Ia menambahkan, “Andaikan nanti di SNBT ada kuota yang tidak terisi, maka kuota itu akan dialihkan ke seleksi mandiri. Jadi bukan kita menambah‑nambahkan kuota jalur mandiri, tetapi adalah memenuhi kuota awal yang sudah ditetapkan.”

Dengan data tersebut, terlihat bahwa sistem seleksi menempatkan batasan ketat pada jumlah mahasiswa baru. Persentase penerimaan di bawah 30% menunjukkan tingkat selektivitas yang tinggi. Selain itu, alokasi kuota dinamis antara SNBP dan SNBT menandakan upaya menyeimbangkan kapasitas PTN dengan permintaan mahasiswa. Sistem ini juga menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan rektor, meskipun kuota ditetapkan secara nasional.

SNPMBUTBK SNBTPTNkuotarektorintegritasseleksitingkat penerimaan

Komentar

Memuat komentar...