Sore Hari Ngemil: Gula Darah, Ritme Sirkadian, dan Lingkungan

Bayu K. · 2 min baca · 12 hari lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Sore Hari Ngemil: Gula Darah, Ritme Sirkadian, dan Lingkungan

Gambar atau konten salah?

Di sore hari, ketika jam menunjukkan pukul 15.45, banyak orang merasakan dorongan kuat untuk ngemil. Fenomena ini tidak sekadar kebiasaan, melainkan hasil dari proses biologis di tubuh.

Survei menunjukkan rata-rata orang mengalami dua kali *food craving* setiap hari. Waktu paling sering munculnya adalah di sore hari, ketika tubuh mulai lelah dan energi menurun.

“Kebanyakan dari kita pasti pernah mengalami penurunan energi di sore hari dan itu berkaitan dengan beberapa faktor utama,” ujar Megan Meyer, Ph.D., konsultan komunikasi sains asal North Carolina. Meyer menegaskan bahwa kondisi ini terkait dengan beberapa faktor biologis.

Menurut Meyer, pola makan siang yang terlalu sedikit dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah secara cepat. “Melewatkan makan siang bisa memicu naik turunnya gula darah yang membuat otak mencari makanan untuk menstabilkannya,” jelas Meyer. Sinyal ini memicu otak mencari camilan manis atau asin yang dapat meningkatkan energi dengan cepat.

Selain pola makan, tubuh juga mengalami penurunan alami ritme sirkadian pada sore hari. Kurang tidur juga turut memperburuk kondisi tersebut, membuat tubuh lebih mudah menginginkan makanan tinggi kalori.

Namun, craving tidak selalu berkaitan dengan faktor fisik saja. Meyer menambahkan bahwa lingkungan sekitar dan kondisi emosional juga berpengaruh besar terhadap pola makan seseorang.

“Saya menyadari lingkungan sangat memengaruhi pola makan saya. Kalau saya dikelilingi makanan kurang sehat, biasanya saya jadi lebih sering menginginkannya,” kata Meyer.

Lauren Manaker, ahli gizi asal South Carolina, menilai *food craving* sebenarnya merupakan cara tubuh berkomunikasi. “Craving atau ngidam makanan adalah bagian alami dari cara tubuh berkomunikasi dengan kita,” ujarnya. Ia menyarankan agar seseorang tidak langsung menahan atau melawan keinginan makan tersebut secara berlebihan.

Menurut Manaker, pola makan yang teratur dengan menu bernutrisi dapat membantu mengurangi intensitas ngidam makanan pada sore hari. “Memahami rasa lapar dengan cara yang benar merupakan bagian penting untuk menjaga hubungan sehat dengan makanan,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, dorongan ngemil di sore hari berasal dari kombinasi perubahan gula darah, ritme sirkadian, kurang tidur, serta pengaruh lingkungan dan emosi. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu individu mengelola keinginan ngemil dengan lebih bijaksana, sehingga tetap menjaga keseimbangan energi dan nutrisi sepanjang hari.

Ngemil soreGula darahRitme sirkadianKurang tidurPola makanLingkunganEmosi

Komentar

Memuat komentar...