Sprint Sachsenring: Digia Sebut Membuntuti Lawan Mimpi Buruk

Putri N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Sprint Sachsenring: Digia Sebut Membuntuti Lawan Mimpi Buruk

Gambar atau konten salah?

Fabio Di Giannantonio, pebalap Pertamina VR46 Ducati, buka suara soal sulitnya menyalip di Sprint Race MotoGP Jerman 2026. Ia menyebut mengikuti motor di depan di Sirkuit Sachsenring sebagai "mimpi buruk".

Pada balapan Sabtu (11 Juli 2026), Di Giannantonio finis ketiga. Ia berada di belakang Marc Marquez dan Alex Marquez. Meski merasa kecepatannya cukup untuk menekan dua pebalap di depannya, ia mengaku hampir tidak punya celah untuk menyalip.

Menurut pebalap Italia itu, karakter Sirkuit Sachsenring membuat suhu ban depan naik drastis saat membuntuti pebalap lain. "Sirkuit ini benar-benar sangat sulit untuk menyalip. Begitu berada di belakang pebalap lain, temperatur ban depan langsung meningkat. Dengan banyak tikungan dan sudut yang sempit, sangat sulit menjaga kecepatan sekaligus mencari peluang menyalip," ujarnya.

Di Giannantonio mengakui peluang menyalip sebenarnya ada. Tapi risikonya besar. "Memang bisa dilakukan, tetapi risikonya sangat besar. Karena itu saya harus menyalip Ai Ogura di awal balapan agar bisa tetap bersama rombongan depan," katanya.

Ban depan jadi kendala utama. Di Giannantonio sempat mencoba membuka jarak dengan pebalap di depannya. Tujuannya agar ban depan kembali dingin. Namun strategi itu tidak berjalan sesuai harapan.

"Saya mencoba memberi sedikit ruang di tengah balapan supaya ban depan kembali dingin. Tapi itu tidak cukup. Pada akhirnya terlalu berisiko untuk mencoba menyalip Alex," ujarnya.

Ia menjelaskan, menjaga jarak bukan berarti mengendurkan kecepatan. Itu cara agar motor tetap stabil dan ban depan tidak kehilangan performa.

Di Giannantonio yakin dirinya punya kecepatan untuk melaju lebih cepat. Menurutnya, Marc Marquez juga tidak mengeluarkan seluruh kemampuannya. Marc sedang mengendalikan jalannya balapan dari depan.

"Saya yakin sebenarnya punya kecepatan untuk melaju lebih cepat. Marc juga tidak mendorong motornya sampai batas maksimal karena dia mengontrol balapan, dan itu normal," kata Di Giannantonio.

"Masalahnya, ketika berada di belakang pebalap lain, menjaga kecepatan menjadi mimpi buruk. Bahkan jika Anda merasa lebih cepat, sangat sulit mempertahankan ritme. Anda butuh ruang kosong di depan," lanjutnya.

Hasil Sprint Race MotoGP Jerman 2026 dimenangi Marc Marquez. Alex Marquez di posisi kedua. Fabio Di Giannantonio melengkapi podium di urutan ketiga.

Kondisi ini menunjukkan betapa krusialnya posisi start dan kemampuan memimpin balapan di Sachsenring. Ketika pebalap di depan bisa mengontrol ritme, pebalap di belakang harus berjuang melawan panas ban dan risiko tinggi hanya untuk bisa mendekat. Di Giannantonio mungkin punya kecepatan, tapi tanpa ruang kosong di depan, kecepatan itu tidak berguna.

Sprint Race MotoGP JermanFabio Di GiannantonioSirkuit Sachsenringban depanmenyalip

Komentar

Memuat komentar...