Kebakaran Pasar Sibolga, 500 Kios Ludes

Arif S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kebakaran Pasar Sibolga, 500 Kios Ludes

Gambar atau konten salah?

Kebakaran hebat melanda Pasar Nauli di Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu malam. Sekitar 500 kios ludes dilalap si jago merah. Api pertama kali terlihat dari bagian atas salah satu kios yang menjual sembako.

"Dari keterangan saksi, dugaan awal api berasal dari salah satu kios sembako," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Humas Polres Sibolga, Aiptu Hadi H Sitanggang, saat dikonfirmasi pada Minggu, 12 Juli 2026.

Meski begitu, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Setelah api padam, tim dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sibolga langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa sejumlah saksi.

"Satreskrim Polres Sibolga sudah olah TKP, mengumpulkan barang bukti, memeriksa sejumlah saksi, serta menyelidiki penyebab pasti kebakaran," kata Hadi.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi. Petugas mengerahkan banyak armada pemadam kebakaran untuk menjinakkan api. Rinciannya, empat mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga, dua armada bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah, dua unit mobil bantuan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sibolga, satu mobil bantuan dari Komando Distrik Militer (Kodim), dan satu unit mobil bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sibolga.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai angka yang sangat besar.

"Untuk saat ini belum ada (laporan soal korban). Total kerugian mencapai Rp 10 miliar," jelas Hadi.

Sebelumnya, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu malam. Saat itu, petugas pemadam kebakaran masih berusaha keras memadamkan api.

"Kejadiannya sekitar jam setengah 10, sampai saat ini pemadam kebakaran masih berusaha untuk memadamkan api," kata Akhmad Syukri Nazry Penarik saat dihubungi pada Sabtu, 11 Juli malam.

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa rentannya pasar tradisional terhadap kebakaran. Dengan jumlah kios yang sangat banyak dan tata letak yang padat, api dapat dengan cepat menyebar dan menyebabkan kerugian besar. Proses investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

kebakaranPasar NauliSibolgakios sembakokerugian Rp 10 miliarpenyebab kebakaranpasar tradisional

Komentar

Memuat komentar...