Stella Christie Sambut Alumni AS, Tekankan Tanggung Jawab

Dian P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 122 dibaca
Bisik.id
Stella Christie Sambut Alumni AS, Tekankan Tanggung Jawab

Gambar atau konten salah?

Prof Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, memimpin sambutan pada Sabtu, 11 April 2026 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Acara ini menandai pertemuan antara para alumni perguruan tinggi di Amerika Serikat dan pejabat pemerintah.

Dalam kapasitasnya sebagai wakil menteri, ia menegaskan kebanggaan Indonesia terhadap alumni, tanpa memandang asal kampus mereka. Ia juga mengapresiasi kontribusi yang telah diberikan. “Terima kasih atas segala yang sudah kalian kerjakan,” ujarnya di sela‑sela acara.

Pesan kedua menekankan tanggung jawab alumni. Stella mengingatkan bahwa kesempatan menempuh pendidikan di AS harus dimaknai sebagai amanah untuk memberi manfaat lebih luas bagi bangsa.

Ia menegaskan, “Kesempatan yang telah kalian raih di Amerika Serikat, bawalah kembali kepada negara dan bangsa ini. Di mana pun kalian berada, di sini (di Indonesia) atau di negara mana pun kalian sedang bekerja,” kata Stella.

Ia melanjutkan, “Anda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan obor ilmu pengetahuan liberal dan inklusivitas untuk berbagai kepada semua orang bahwa pencarian ilmu pengetahuan dapat dilakukan oleh siapa saja dan harus dilakukan oleh siapa saja demi kebaikan umat manusia.”

Stella Christie menempuh pendidikan tinggi di AS sejak jenjang S1‑S3. Ia menyelesaikan studi S1 di Harvard University, kemudian meraih gelar S2 dan S3 dari Northwestern University.

Setelah lulus, ia bekerja di berbagai kampus top dunia sebagai akademisi. Ia menjadi Guru Besar di Swarthmore Colleges di Amerika Serikat dan juga di Tsinghua University di China.

Kini ia mengemban peran di pemerintahan sebagai Wamendiktisaintek. Selain itu, ia tetap menjadi profesor di bidang cognitive science atau ilmu kognitif.

Ilmu kognitif mempelajari bagaimana cara kerja otak manusia hingga relasinya dalam hal sosial. Ia juga merupakan pengamat psikologi kognitif manusia yang mempelajari bagaimana manusia mendapatkan pengetahuan dan ilmu.

Berbagai studi telah ia publikasikan, di antaranya:

  • Christie, S. (2017). Pemetaan struktur untuk pembelajaran sosial. Topik dalam Ilmu Kognitif, 9, 758‑775.
  • Christie, S., Gentner, D., Call, J., & Haun, D. (2016). Kepekaan terhadap kesamaan relasional dan kesamaan objek pada kera dan anak‑anak. Current Biology, 26(4), 531‑535.
  • Noyes, A. & Christie, S. (2016). Anak‑anak lebih menyukai sampel yang beragam untuk penalaran induktif dalam ranah sosial. Perkembangan Anak, 87(4), 1090‑1098.
  • Christie, S. & Gentner, D. (2014). Bahasa membantu anak‑anak berhasil dalam tugas analogi klasik. Cognitive Science, 38(2), 383‑397.
  • Christie, S. & Gentner, D. (2010). Asal hipotesis: Mempelajari hubungan baru melalui penyelarasan struktural. Jurnal Kognisi dan Pengembangan, 11(3), 356‑373.

Penghargaan Pilihan Editor 2010A untuk Artikel Terbaik.

Stella menunjukkan bahwa pengalaman akademik di AS tidak hanya meningkatkan kompetensi pribadi, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan pengetahuan global. Ia menekankan pentingnya alumni menjadi agen perubahan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dengan membawa kembali ilmu dan nilai inklusif yang telah mereka pelajari. Dengan latar belakang akademis dan kebijakan yang kuat, ia berharap generasi alumni dapat terus memperkuat posisi Indonesia dalam komunitas ilmiah global.

Prof Stella ChristieWakil Menteri Pendidikan Tinggialumni Amerika Serikatilmu kognitifTsinghua UniversityHarvard Universityinklusiglobalisasi ilmu pengetahuan

Komentar

Memuat komentar...