Stunting 162 Balita Terdeteksi di Medan, 79.926 Ditinjau
Gambar atau konten salah?
Dinas Kesehatan Sumatera Utara mengungkapkan bahwa di Kota Medan, sebanyak 162 balita terdeteksi mengalami stunting setelah memeriksa 79.926 balita pada tanggal 10 Februari 2026. Data ini berasal dari aplikasi SiGizi Terpadu.
Menurut Hamid Rijal Lubis, sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, stunting dan gizi buruk memang dua hal yang berbeda meski keduanya berkaitan dengan masalah gizi. Ia menjelaskan, “Stunting dan gizi buruk ini dua hal yang berbeda sebenarnya, walaupun sama-sama masalah gizi.”
Stunting terjadi ketika pertumbuhan tinggi badan anak terhambat karena kekurangan gizi kronis. Gizi buruk, di sisi lain, lebih luas mencakup semua bentuk kekurangan nutrisi, termasuk berat badan rendah dan defisiensi mikronutrien.
Hamid menyoroti dua kategori penyebab stunting: penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Penyebab langsung mencakup asupan gizi yang tidak memadai dan penyakit menular.
Asupan gizi yang kurang baik bisa berupa kuantitas atau kualitas makanan. Jika balita tidak mendapatkan cukup kalori atau nutrisi penting, pertumbuhan mereka terhambat. Penyakit menular seperti tuberkulosis, diare, dan cacingan juga memakan nutrisi yang seharusnya masuk ke tubuh balita, sehingga menambah risiko gizi buruk.
Penyebab tidak langsung lebih berhubungan dengan pola asuh dan kondisi lingkungan. Salah satu contoh adalah pemberian makanan padat pada bayi usia 0–6 bulan yang seharusnya masih eksklusif menyusu ASI. “Bayi usia 0 sampai 6 bulan yang harusnya hanya mendapat ASI eksklusif, tapi sudah diberikan makanan padat atau makanan berat. Ini kan sebenarnya belum bisa diterima oleh pencernaannya dan bisa merusak sistem pencernaan si bayi,” ujarnya.
Faktor ekonomi juga memengaruhi. Keluarga dengan pendapatan rendah cenderung memiliki akses terbatas ke makanan bergizi. Namun, bahkan keluarga berpendapatan lebih tinggi pun bisa menghadapi risiko jika pola asuhnya salah. Kondisi lingkungan, seperti sanitasi yang buruk, ventilasi rumah yang tidak memadai, dan pembuangan sampah yang tidak teratur, memicu penyebaran penyakit menular dan memperburuk gizi anak.
Untuk menanggulangi masalah ini, Dinas Kesehatan memiliki beberapa program. Salah satunya adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT). “Kita dorong setiap Posyandu untuk melaksanakan PMT lokal bagi balita yang terdeteksi bermasalah gizinya. Kita pantau terus berat badan, lingkar lengan atas dan kita berikan tambahan vitamin atau zat gizi lainnya melalui Puskesmas,” jelas Hamid.
Program PMT tidak hanya memberi makanan tambahan, tetapi juga memantau perkembangan anak secara berkala. Dengan data berat badan dan lingkar lengan atas, tenaga kesehatan dapat menilai apakah intervensi sudah efektif atau perlu disesuaikan.
Selain itu, Dinas Kesehatan melakukan surveilans atau pemetaan situasi penyakit menular. “Kita lakukan surveilans atau pemetaan situasi untuk melihat langkah apa yang harus diambil untuk memutus rantai penyakit menular di lingkungan itu,” ujarnya. Pemetaan ini membantu menentukan area rawan dan menargetkan upaya pencegahan, seperti vaksinasi dan pengobatan dini.
Program sanitasi juga menjadi fokus. Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Perkim untuk menyediakan jamban atau WC layak bagi warga. “Untuk sanitasi, kita ada program Stop BABS atau Buang Air Besar Sembarangan,” kata Hamid. Program ini bertujuan mengurangi kebiasaan buang air sembarangan yang dapat menyebarkan bakteri dan parasit.
Selain intervensi fisik, edukasi menjadi kunci. Dinas Kesehatan menyelenggarakan sosialisasi tentang pola asuh dan gizi yang benar. “Kita kerja sama dengan OPD lain seperti Dinas Perkim untuk penyediaan jamban atau WC yang layak bagi warga. Dan yang terakhir tentu sosialisasi dan edukasi ke masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang gizi dan pola asuh anak,” tutupnya.
Program-program ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Medan. Dengan pendekatan terpadu—nutrisi, penyakit, sanitasi, dan edukasi—harusnya pertumbuhan balita dapat kembali normal dan risiko gizi buruk berkurang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Oman Hadapi Garuda di Gelora Bung Karno, 4 Juni 2026
Empat Jemaah Haji Sumatera Selatan Dirawat di Saudi, Stabil
SPMB Bali 2026 Mulai 22 Juni, Daftar Murid Baru SMA/SMK
Andoni Iraola Jadi Pelatih Liverpool, Kontrak 2028 Mulai 2026
AI Sumber dari Filsafat, Katakan Wakil Menteri Pendidikan
BEI: Laba Bersih LQ45 Naik 30% di Q1 2026 Meski IHSG Turun Selama 2026
