Surabaya Panas, BMKG: Kemarau Belum Mulai Hingga Mei 2026

Jaka M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 137 dibaca
Bisik.id
Surabaya Panas, BMKG: Kemarau Belum Mulai Hingga Mei 2026

Gambar atau konten salah?

Surabaya merasakan suhu tinggi selama beberapa hari terakhir. Penduduk kota mengungkapkan bahwa panasnya terasa “kentang‑kentang”. Meski begitu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa awal musim kemarau di Kota Pahlawan belum sepenuhnya datang.

Prakiraan BMKG, dipimpin oleh Juanda, Levi Ratnasari, menyatakan bahwa secara umum, awal musim kemarau di Surabaya diperkirakan baru terjadi pada dasarian II atau pada dasarian III Mei 2026. Menurutnya, “awal kemarau di Surabaya diprediksi akan terjadi pada pertengahan hingga akhir Mei 2026.”

“Untuk wilayah Surabaya secara umum awal musim kemarau diprediksi terjadi di bulan Mei Dasarian III atau akhir Mei mendatang,” ujar Levi saat dikonfirmasi Selasa, 05 Mei 2026. Namun, ia menambahkan bahwa beberapa wilayah di Surabaya kemungkinan akan memasuki musim kemarau lebih awal.

“Namun untuk sebagian wilayah seperti Surabaya bagian barat diprediksi awal musim kemarau pada Mei Dasarian II atau pertengahan bulan Mei,” tambah Levi. Ia juga menjelaskan istilah “Godzilla El Nino” yang sempat ramai diperbincangkan.

“Terkait istilah ‘Godzilla El Nino’ bukan istilah resmi dalam BMKG, namun memang prediksi dari BMKG untuk musim kemarau tahun ini diikuti oleh fenomena El Nino, sehingga kondisi musim kemarau yang memang biasanya akan terasa kering dan terik ditambah diikuti fenomena El Nino tersebut, maka kondisi musim kemarau akan lebih terasa kering dan terik,” jelasnya.

Di tengah cuaca panas yang mulai terasa, BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi. Warga diminta bijak menggunakan air hingga mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari.

“Gunakan air secukupnya untuk kebutuhan sehari‑hari agar tidak kekurangan saat puncak musim kemarau datang,” imbaunya. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan karena berpotensi memicu kebakaran.

“Hindari membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran besar,” tutur Levi. Ia turut mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca panas yang terjadi.

“Kurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari dan perbanyak minum air agar tidak dehidrasi,” pungkasnya. BMKG menegaskan bahwa meski suhu tinggi, musim kemarau masih belum resmi dimulai. Warga Surabaya disarankan menyiapkan diri dengan menjaga kebersihan, menghemat air, dan menghindari kebakaran lahan. Prediksi musim kemarau pada Mei 2026 menandai perubahan iklim yang perlu diwaspadai.

SurabayaSuhu TinggiBMKGMusim KemarauEl NinoGodzilla El NinoAirKebakaran Lahan

Komentar

Memuat komentar...