Taiwan Selidiki Penyelundupan GPU Nvidia lewat Jepang
Gambar atau konten salah?
Otoritas Taiwan sedang menyelidiki dugaan penyelundupan komponen hardware kecerdasan buatan (AI) yang dipindahkan ke China melalui rute baru yang melibatkan Jepang. Komponen tersebut, berupa GPU Nvidia, berada di bawah kontrol ekspor Amerika Serikat yang melarang penjualannya ke China tanpa lisensi.
Kasus ini muncul setelah kejaksaan di Taiwan menahan tiga orang atas tuduhan pemalsuan dokumen ekspor untuk server rakitan Super Micro Computer. Mereka juga menyita sekitar 50 server yang diduga dipersiapkan untuk diekspor. Pihak berwenang mencurigai setidaknya satu pengiriman berhasil lolos.
Menurut sumber yang mengetahui masalah ini kepada Bloomberg, kargo selundupan dikirim ke Jepang terlebih dahulu sebelum diteruskan ke Hong Kong, yang dikenal sebagai titik transit utama bagi barang-barang menuju China daratan. Rute ini menandai perubahan modus operasional, memanfaatkan jalur negara sekutu dekat AS.
Sejauh ini, baik Nvidia maupun Super Micro tidak dituduh melakukan pelanggaran hukum. CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa pembuat chip tersebut selalu ketat dalam menjelaskan regulasi kepada mitra bisnisnya. Ia berkata, “Pada akhirnya, Super Micro harus menjalankan perusahaan mereka sendiri,” kepada wartawan setibanya di Taipei.
Super Micro menanggapi komentar Huang dengan menekankan langkah-langkah pengamanan internal mereka. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyatakan, “Peristiwa baru-baru ini menggarisbawahi perlunya solusi di seluruh industri yang akan lebih membantu melindungi rantai pasokan dan memperkuat penegakan hukum kontrol ekspor.”
Kasus ini menyoroti bagaimana rute penyelundupan baru dapat memanfaatkan negara sekutu AS untuk menghindari pengawasan. Sementara itu, otoritas Taiwan terus memperkuat pengawasan terhadap komponen AI yang berada di bawah kontrol ekspor AS.
28 Mei 2026
Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap komponen AI yang berada di bawah kontrol ekspor. Rute baru melalui Jepang dan Hong Kong menunjukkan bahwa pelaku penyelundupan terus mencari cara baru untuk mengelabui sistem pengawasan. Otoritas Taiwan berupaya mengidentifikasi dan menghentikan setiap percobaan pelanggaran ini, sementara perusahaan seperti Nvidia dan Super Micro menegaskan kepatuhan mereka terhadap regulasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Telkomsat dan UNIVITY Jajaki Satelit VLEO
Prancis Juara Kecepatan Internet di Antara 4 Semifinalis Piala Dunia
Turki Gantikan Iran, Ancaman Baru bagi Israel
UBTech Rilis Robot Humanoid U1, Teman AI untuk Lawan Kesepian
Meteor Besar Melintas di Langit Jawa
Telkomsel Raih Tiga Penghargaan Global di Denmark
Berita Terbaru
Sinaworai, Nasi Bambu Andalan Saat Beraktivitas di Kebun
GIIAS 2026 Catat 10 Merek Baru, Target Cetak Sejarah
Mitchell Baker Resmi Jadi WNI, Tinggal Tunggu Proses FIFA
Telkomsat dan UNIVITY Jajaki Satelit VLEO
Allianz Bayar Klaim Rp500 Juta Usai Pasien Kanker Meninggal
BNI Laporkan Sendiri Dugaan Korupsi KUR Jember
