UBTech Rilis Robot Humanoid U1, Teman AI untuk Lawan Kesepian

Nurul H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
UBTech Rilis Robot Humanoid U1, Teman AI untuk Lawan Kesepian

Gambar atau konten salah?

Perusahaan robotika asal Tiongkok, UBTech Robotics, baru saja meluncurkan robot humanoid terbaru yang diberi nama U1. Namun, robot ini tidak dirancang untuk bekerja di pabrik atau membantu pekerjaan rumah tangga. Tujuan utamanya berbeda: menjadi teman bagi manusia.

Robot ini dibekali dengan kecerdasan buatan atau AI. UBTech mengklaim AI tersebut mampu mengenali emosi penggunanya. Robot bisa memberikan respons secara alami. Bahkan, U1 disebut bisa membantu mengurangi rasa kesepian yang dialami seseorang.

Peluncuran U1 menandai arah baru dalam pengembangan robot humanoid. Sebelumnya, banyak robot humanoid difokuskan untuk keperluan industri. Kini, UBTech menyasar konsumen rumahan. Target utamanya adalah orang yang tinggal sendiri dan lanjut usia yang membutuhkan teman untuk berinteraksi setiap hari.

Menurut UBTech, U1 tersedia dalam dua versi: pria dan wanita. Robot ini dilengkapi dengan kulit silikon yang menyerupai kulit manusia. Wajahnya ekspresif. Matanya adalah kamera yang bisa mendeteksi tanda-tanda kelelahan atau stres pada pengguna. Sistem AI kemudian akan merespons dengan percakapan atau dukungan emosional yang sesuai dengan kondisi tersebut.

"Robot ini memiliki kecerdasan buatan emosional dan mata berkamera yang dapat mendeteksi ketika pemiliknya mengalami stres atau kelelahan," demikian pernyataan UBTech seperti dikutip dari The Independent, pada Senin, 13 Juli 2026.

UBTech mengklaim U1 adalah robot humanoid hiper-realistis pertama yang siap diproduksi secara massal. Robot ini bisa melakukan percakapan. Ia juga bisa menjaga kontak mata dengan pengguna. Seiring waktu, U1 akan mempelajari kebiasaan pemiliknya. Tujuannya agar interaksi terasa lebih personal.

Namun, perusahaan menegaskan bahwa robot ini bukanlah pasangan romantis. "Robot ini tidak dibuat untuk hubungan intim, setidaknya untuk saat ini," ujar perwakilan UBTech saat peluncuran produk.

UBTech juga menawarkan fitur personalisasi. Robot bisa dibuat menyerupai orang tertentu. Caranya melalui rekonstruksi wajah tiga dimensi dan teknologi pencocokan suara. Fitur ini memicu perdebatan etika di kalangan pengamat teknologi.

Perusahaan menargetkan U1 untuk kelompok masyarakat yang rentan mengalami kesepian. Terutama orang yang hidup sendiri dan lansia. UBTech memperkirakan pasar ini sangat besar di Tiongkok. Jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat. Semakin banyak pula masyarakat yang memilih hidup sendiri.

Robot ini diklaim mampu mengingat preferensi pengguna. Ia bisa melakukan percakapan. Seiring waktu, respons yang diberikan akan semakin personal. Peluncuran U1 juga mencerminkan tren baru di industri robotika Tiongkok. Setelah sebelumnya fokus pada robot untuk industri dan manufaktur, kini sejumlah perusahaan mulai mengembangkan robot humanoid untuk penggunaan sehari-hari di rumah.

Seri U1 hadir dalam beberapa varian. Model paling sederhana dibanderol sekitar 119.800 yuan. Jika dirupiahkan, angka itu sekitar Rp 320 juta. Sementara itu, model tertinggi bernama U1 Ultra dijual hingga 990.000 yuan atau sekitar Rp 2,6 miliar.

Harganya masih sangat tinggi. Namun, UBTech optimistis. Robot pendamping akan menjadi salah satu pasar baru yang berkembang pesat. Terutama seiring kemajuan teknologi AI dan meningkatnya kebutuhan akan layanan pendampingan di rumah.

Peluncuran U1 menunjukkan bahwa persaingan di industri robotika tidak lagi hanya soal efisiensi pabrik. Perusahaan mulai berlomba menciptakan robot yang bisa menjadi teman. Di Tiongkok, di mana populasi menua dan angka kesepian meningkat, pasar seperti ini mungkin akan terus tumbuh. Meski begitu, harga yang masih selangit membuat robot ini belum terjangkau bagi kebanyakan orang.

robot humanoidkecerdasan buatanteman manusiamengenali emosimengurangi kesepianlanjut usiapersonalisasi

Komentar

Memuat komentar...