TAMU Rilis 18 Menu Nusantara Baru dengan Sentuhan Inovasi
Gambar atau konten salah?
15 Juni 2023. Di kawasan Adityawarman, Jakarta Selatan, restoran TAMU menonjol sebagai tempat yang menyajikan hidangan Nusantara dengan sentuhan inovasi.
Dengan konsep Cerita Baru di Meja TAMU, TAMU memperkenalkan 18 menu baru yang mencakup hidangan pembuka, utama, dan penutup dari berbagai daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa, Bali, hingga Lombok.
Chef Alnico Andreas, Chef Owner TOMA Group, menjelaskan bahwa keragaman kuliner Indonesia bisa diperkenalkan lebih luas melalui cita rasa yang lezat.
“Indonesia tidak kekurangan makanan enak. Yang sering kurang adalah ruang untuk menceritakan keberagaman kuliner Indonesia secara lebih luas. Melalui Cerita Baru di Meja TAMU, kami berharap semakin banyak orang dapat mengenal Indonesia tak hanya melalui hidangan yang sudah populer, tetapi juga melalui resep-resep luar biasa yang hidup dan berkembang di berbagai daerah di Nusantara,” ujar Chef Alnico Andreas.
Menu-menu tersebut menonjolkan rasa autentik yang dipadukan dengan inovasi resep. Misalnya, Sate Padang dan Sate Tutut Bulayak menggunakan daging keong sawah, menambah keunikan tekstur dan rasa.
Hidangan khas Aceh, Puyuh Tangkap, biasanya menggunakan ayam, namun di TAMU disajikan dengan burung puyuh, memberi rasa lebih kenyal dan bumbu meresap. Chef Alnico menambahkan sambal merah ala Minang, biasanya dipakai untuk ayam pop.
Selanjutnya, Bebek Bumbu Rajang tetap mempertahankan cita rasa khas, sementara Saksang Sapi Masak di Buluh mengganti kombinasi daging babi dan darah dengan daging sapi saja, memastikan kehalalan setiap sajian.
Desert di TAMU juga menarik. Pisang Kepik dan Pisang Japit khas Sumatera Barat disajikan mewah, dengan bolu pisang manis legit bertemu pisang panggang smoky. Tambahan unti kelapa, krim santan, dan es krim vanila menambah kelezatan.
Restoran ini memiliki area duduk yang luas, cocok untuk makan siang atau pertemuan tertutup. Suasana nyaman memudahkan pelanggan menikmati hidangan sambil bersantai.
Keunikan Sate Tutut Bulayak terletak pada penggunaan daging tutut (keong sawah) yang memberikan tekstur kenyal. Bumbu khas Lombok meresap lebih dalam, menciptakan rasa yang lebih intens dibandingkan dengan daging sapi atau ayam tradisional.
Dalam Saksang Sapi Masak di Buluh, penggantian daging babi dan darah dengan daging sapi tidak hanya menjaga kehalalan, tetapi juga menonjolkan rasa daging sapi yang lebih lembut. Chef Alnico memastikan setiap bahan dipilih dengan cermat.
Desert Pisang Kepik dan Pisang Japit dipanggang hingga smoky, lalu disajikan bersama unti kelapa, krim santan, dan es krim vanila. Kombinasi manis, creamy, dan sedikit rasa smoky menciptakan pengalaman rasa yang memuaskan.
Dengan inovasi menu dan komitmen kehalalan, TAMU menawarkan pengalaman kuliner Nusantara yang berbeda namun tetap menghormati tradisi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
