Terminal Cicaheum Beroperasi Meski Pindah ke Leuwipanjang
Gambar atau konten salah?
Terminal Cicaheum di Bandung, yang dulu menjadi pusat layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP), kini telah secara resmi dialihkan ke Terminal Leuwipanjang. Meskipun demikian, beberapa pekan setelah pengalihan, masih ada kendaraan yang melewati Cicaheum untuk mengangkat atau menurunkan penumpang.
Menurut Asep Supriyadi, kepala Terminal Cicaheum, terminal tersebut masih melayani keberangkatan menuju wilayah timur Pulau Jawa. Namun, ia menegaskan bahwa jumlah penumpang kini sudah menurun secara signifikan. “Terminal Cicaheum masih aktif, cuma mengalami penurunan drastis karena semua AKAP dan AKDP telah dialihkan ke Terminal Leuwipanjang,” ujarnya saat dihubungi wartawan pada Rabu, 17 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa masih ada penumpang yang belum mengetahui kebijakan pengalihan layanan. “Sebagian di sini ada penumpang yang belum tahu. Jadi masih ada pelayanan AKAP dan AKDP, untuk penumpang yang belum mengetahui,” jelasnya. Hal ini menjelaskan mengapa masih terlihat kendaraan AKAP dan AKDP di Terminal Cicaheum.
Pengalihan layanan resmi dilaksanakan pada 26 Mei 2026. Rencana selanjutnya adalah memanfaatkan Terminal Cicaheum sebagai lokasi pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Menurut Asep, mayoritas bus masih melintas ke Terminal Cicaheum. Mereka biasanya singgah di sana sebelum melanjutkan perjalanan ke Terminal Leuwipanjang atau sebaliknya.
Ia menjelaskan lebih lanjut, “Nah itu, rutenya masih lewat Cicaheum, kan belum ada perubahan. Untuk penumpang yang tiba, AKAP AKDP, masih ada yang datang ke Terminal Cicaheum itu cuma menurunkan dan langsung berangkat ke Leuwipanjang. Nanti setelah di situ, ke Leuwipanjang, pulangnya, masuk lagi Cicaheum, dikarenakan belum ada perubahan rute.”
Dengan demikian, meski layanan utama telah dipindahkan, Terminal Cicaheum tetap berfungsi sebagai titik perhentian sementara bagi beberapa bus. Penumpang yang belum mengetahui kebijakan baru masih dapat menggunakan terminal tersebut, meski frekuensinya menurun. Perubahan rute dan penyesuaian layanan diharapkan akan memudahkan penumpang dalam menavigasi transportasi antar kota di Bandung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
