Thailand Tawarkan Tiket Domestik Gratis Turis Asing

Ningsih R. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 30 dibaca
Bisik.id
Thailand Tawarkan Tiket Domestik Gratis Turis Asing

Gambar atau konten salah?

Kekhawatiran melanda industri penerbangan akibat konflik di Timur Tengah. Thailand tengah mencari solusi, termasuk wacana penerbangan gratis.

Pada (13 Maret 2026) hingga (14 Maret 2026), Puttipong Prasarttong-Osoth, Presiden Asosiasi Maskapai Penerbangan Thailand (AAT), mengadakan pertemuan dengan pimpinan maskapai anggota. Maskapai yang hadir antara lain Bangkok Airways, Thai AirAsia, Thai AirAsia X, Nok Air, Thai Lion Air, dan Vietjet Thailand.

Pembahasan utama adalah kondisi industri penerbangan saat ini. Fokusnya adalah pada kenaikan biaya operasional maskapai. Kenaikan ini dipicu oleh harga minyak yang tidak stabil menyusul ketegangan geopolitik di beberapa wilayah. Ketidakpastian harga energi global ini mengancam kestabilan biaya operasional penerbangan.

AAT meyakini pemerintah perlu segera memberikan bantuan jangka pendek. Salah satu usulan penting adalah pengurangan sementara pajak cukai bahan bakar jet untuk penerbangan domestik. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya operasional maskapai. Tujuannya agar harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat dan turis. Perjalanan domestik dianggap krusial untuk menyebarkan pendapatan ke berbagai daerah di Thailand.

Menurut Puttipong, dukungan yang tepat saat industri menghadapi ketidakpastian dari faktor luar akan memperkuat posisi Thailand. Ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Selain itu, pertemuan tersebut membahas tindak lanjut proyek utama asosiasi. Salah satunya adalah skema tarif khusus untuk festival Songkran 2026. Maskapai anggota sepakat menambah penerbangan khusus dan membatasi harga tiket tertinggi hingga 30%.

Strategi mendesak saat ini adalah mencari pasar pengganti. Fokusnya adalah pada destinasi jarak pendek seperti Tiongkok dan negara-negara ASEAN. Ada juga harapan untuk adanya langkah promosi terkait tiket pesawat menuju kota-kota sekunder di Thailand. Hal ini dinilai penting untuk menjaga daya saing Thailand melawan negara pesaing seperti Vietnam dan Tiongkok.

Adith Chairattananon, Sekretaris Jenderal Asosiasi Agen Perjalanan Thailand (ATTA), menyatakan pasar turis Tiongkok masih menjadi penyumbang utama pengunjung asing. Mereka adalah harapan utama industri di tengah situasi Timur Tengah saat ini.

Melihat pemesanan di muka, belum terlihat dampak langsung konflik untuk bulan April hingga Mei. Pemesanan kursi awal bahkan sudah mencapai 60%. Namun, ada indikasi awal gangguan akibat kenaikan harga minyak.

Adith menambahkan, promosi pariwisata dua arah harus terus dilakukan untuk membangkitkan pasar Tiongkok. Ini adalah strategi saling menguntungkan. Strategi ini telah membantu meningkatkan proporsi penumpang Thailand pada rute Thailand-Tiongkok menjadi 30-40%, naik signifikan dari hanya 10% sebelum pandemi Covid-19.

Untuk pasar Eropa, yang layanannya ditangani anggota ATTA, terjadi penurunan jumlah perjalanan hingga 30% setelah insiden di Timur Tengah. Oleh karena itu, pencarian pasar lain sangat mendesak untuk menutupi kerugian ini. Contohnya, menarik wisatawan dari Asia Tengah untuk transit di Tiongkok sebelum melanjutkan perjalanan ke Thailand.

Thapanee Kiatphaibool, Gubernur TAT, mengonfirmasi fokus lembaga tersebut adalah mencari pasar pengganti untuk turis jarak jauh yang hilang. Perluasan pasar jarak pendek di Asia menjadi prioritas. Negara yang ditargetkan meliputi Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, India, Malaysia, Indonesia, dan Singapura, serta negara-negara CIS.

TAT juga akan memanfaatkan sisa anggaran dari proyek "Thailand Summer Blast". Dana ini akan digunakan untuk mendukung maskapai menambah penerbangan secara berkelanjutan ke kota-kota besar dan sekunder.

Batas waktu bagi maskapai untuk mengajukan dukungan telah diperpanjang hingga Juli 2026. TAT juga akan mengusulkan revisi persyaratan tambahan untuk mendukung penerbangan pasar jarak jauh kepada Kabinet baru.

Proyek lain yang akan diajukan kembali kepada Kabinet baru adalah skema Beli Tiket Internasional, Gratis Tiket Domestik Thailand. Dalam skema ini, turis asing yang membeli tiket pesawat internasional dengan harga normal ke Thailand akan mendapatkan tiket pesawat domestik pulang pergi gratis. Usulan ini sebelumnya sudah diajukan ke pemerintah sebelumnya namun tertunda dan menunggu keputusan.


Industri penerbangan Thailand menghadapi tantangan akibat ketegangan Timur Tengah yang memicu kenaikan biaya operasional. Asosiasi Maskapai Penerbangan Thailand (AAT) mengusulkan keringanan pajak bahan bakar domestik sebagai solusi jangka pendek. Strategi utama juga diarahkan pada pencarian pasar pengganti, terutama dari Tiongkok dan ASEAN, serta promosi kota-kota sekunder domestik. Sementara itu, pasar Eropa menunjukkan penurunan signifikan pasca insiden Timur Tengah. Otoritas pariwisata berencana memanfaatkan anggaran yang ada untuk mendukung penambahan rute penerbangan baru ke Asia dan pasar CIS, serta menghidupkan kembali skema tiket domestik gratis bagi pembeli tiket internasional.

Industri PenerbanganKonflik Timur TengahPenerbangan GratisPajak Cukai Bahan Bakar JetPasar PenggantiWisatawan TiongkokTiket Domestik Gratis

Komentar

Memuat komentar...