Tiga Pulau Menyuguhkan Pemandangan Gunung Anak Krakatau
Gambar atau konten salah?
Liburan ke Kalianda, Lampung Selatan, terasa tak pernah habis. Setelah bersantai di pantai, wisatawan tidak boleh melewatkan satu lagi atraksi: tiga pulau yang menampilkan keindahan Gunung Anak Krakatau.
Dinas Pariwisata Lampung Selatan mengungkap bahwa daerah ini menyimpan sejuta potensi wisata. Banyak pengunjung, baik lokal maupun mancanegara, datang untuk menyaksikan jejak letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883. Dari letusan itu lahir Gunung Anak Krakatau, kini menjadi cagar alam yang dilindungi.
Meski tidak dapat mengunjungi gunung secara langsung, pemandangan Gunung Anak Krakatau tetap dapat dinikmati lewat tiga pulau di Kalianda. Apa saja pulau-pulau itu? Berikut ulasan lengkapnya.
Di peta, Pulau Sebuku, Pulau Sebesi, dan Pulau Umang‑umang terletak di depan Gunung Anak Krakatau. Ketiga pulau ini berdekatan, sehingga dapat dijelajahi dalam satu perjalanan. Untuk sampai ke sana, pengunjung harus menyeberangi laut setelah tiba di Kalianda.
Pulau Sebuku Kecil merupakan pulau kecil di sisi timur Selat Sunda. Tanpa penduduk, pulau ini menawarkan pantai pasir putih dan air jernih. Menyusuri pulau ini dimulai dengan perjalanan menuju Dermaga Canti. Di sana, banyak kapal bersandar, siap menjemput pengunjung. Waktu tempuhnya sekitar 45 menit hingga 1 jam. Saat menunggun kapal, anak-anak di sana sering meminta pengunjung melempar uang receh sebagai hiburan.
Perjalanan menuju Pulau Sebuku Kecil menampilkan pemandangan Gunung Anak Krakatau yang perlahan mendekat. Saat tiba, laut biru dan air jernih menyambut. Di tepi pantai, pepohonan rindang dan karang berserakan. Pengunjung disarankan memakai sandal atau sepatu, karena karang bisa menusuk jika tidak memakai alas kaki. Setelah menjelajah, jangan lupa mengabadikan momen di spot foto dengan latar gunung, di dahan pohon, atau di pinggir pantai. Pengambilan gambar lewat drone juga sangat dianjurkan.
Di Pulau Sebuku Kecil, aktivitas utama adalah snorkeling, berenang, dan menyelam. Airnya jernih, sehingga biota laut dapat dilihat dekat. Tempat ini cocok bagi pemula, karena kedalaman dangkal dan arus tenang. Namun, tetap berhati-hati dengan ubur‑ubur. Tidak ada penginapan di pulau ini; pengunjung harus menuju Pulau Sebesi untuk menginap.
Setelah Pulau Sebuku Kecil, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Sebesi. Menurut laman resmi Desa Tejang, Pulau Sebesi terletak di sebelah timur laut gugusan Pulau Krakatau, tepatnya di sebelah Pulau Sebuku, serta sebelah Pulau Serdang dan Legundi. Pulau ini menjadi salah satu wisata unggulan Lampung Selatan. Penduduk lokal menyebutnya Pulo. Di pulau ini terdapat bukit tertinggi, Gunung Sebesi, dengan ketinggian sekitar 844 meter mdpl. Berbeda dengan Pulau Sebuku Kecil, Pulau Sebesi dihuni, menjadi saksi letusan pada tahun 1883.
Perjalanan dari Pulau Sebuku Kecil ke Pulau Sebesi memakan waktu singkat, sekitar 20‑30 menit. Di Pulau Sebesi, pengunjung dapat menginap di homestay warga lokal. Banyak penginapan berlokasi dekat pantai, bahkan menghadap langsung ke laut. Lokasi ini sangat direkomendasikan, karena pada pagi atau sore hari dapat menyaksikan sunrise dan sunset. Penginapan di depan pantai biasanya menampung 5 hingga 10 orang, cocok untuk grup. Selama menginap, pengunjung biasanya mendapatkan makan siang dan/atau malam, tergantung jadwal.
Di pulau ini, terdapat warung yang menjual camilan, kelapa muda, dan berbagai es. Cuaca panas membuat kelapa muda yang dipadukan dengan susu manis menjadi pilihan favorit. Pengunjung disarankan membawa uang tunai, karena tidak ada ATM di Pulau Sebesi.
Setelah semalam di Pulau Sebesi, pagi berikutnya dapat dimulai dengan perjalanan ke Pulau Umang‑umang. Pulau ini mirip dengan Pulau Sebuku: kecil, tidak berpenghuni, namun menawarkan pemandangan bawah laut yang menarik. Banyak yang menyebut Pulau Umang‑umang sebagai “Banda Neira‑nya Lampung”. Perjalanan dari Pulau Sebesi memakan waktu sekitar 30 menit. Pengunjung dapat menyewa kapal kecil atau kapal besar yang bersandar di Pelabuhan Pulau Sebesi.
Di Pulau Umang‑umang, terdapat spot foto menarik: bebatuan karang dengan latar gunung, serta hamparan pasir putih di depan laut tosca. Aktivitas di pulau ini cocok untuk bersantai menunggu senja. Duduk di pinggir pantai sambil menikmati kelapa muda, diiringi deburan ombak. Penjual di pulau ini menawarkan berbagai menu, sehingga pengunjung dapat memesan sesuai selera.
Biaya perjalanan ke ketiga pulau ini bervariasi. Untuk paket liburan, harga tergantung titik kumpul. Dari Palembang, tarifnya Rp 900.000 per orang; dari Bandar Lampung, Rp 600.000; dan paling murah dari Dermaga Canti, mulai Rp 375.000. Biaya tersebut sudah mencakup transportasi, penginapan, makan dua kali, dan biaya wisata pantai. Pengeluaran tambahan, seperti jajan di homestay, upgrade tempat menginap, dan oleh‑oleh, juga perlu dipersiapkan. Bagi solo traveller, biaya di atas dapat dijadikan acuan.
Itulah rangkuman perjalanan menuju tiga pulau di Lampung Selatan, lengkap dengan pemandangan, fasilitas, dan biaya. Semoga informasi ini membantu.
Keindahan Gunung Anak Krakatau tidak hanya terlihat dari daratan, tetapi juga dari pulau-pulau kecil yang menawan. Dengan kombinasi pantai, gunung, dan biota laut, Kalianda menjadi destinasi wisata yang menarik bagi pengunjung yang ingin menikmati alam secara menyeluruh.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polda Sumsel Gelar Khitanan Massal dan Operasi Katarak Gratis
Polda Babel gelar bakti kesehatan HUT Bhayangkara ke-80
Cara Cek Dana PIP 2026 Sudah Cair atau Belum Lewat Situs
76 Calon Paskibraka 2026 Diumumkan, 119 Ribu Lebih Pendaftar Tersingkir
Polres Muba gelar coffee morning, perkuat sinergi Forkopimda
Ambulans Lapas Kotabumi Kecelakaan di Lampung Tengah, Terbalik di Sungai
Berita Terbaru
Yamaha Fazzio Hybrid: Dari Kanvas Kreatif hingga Motor Fungsional
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
