Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait

Teguh A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait

Gambar atau konten salah?

Sebuah gempa bumi berkekuatan 5,6 mengguncang daerah pedesaan di California utara pada hari Rabu. Tak berselang lama, gempa dahsyat bermagnitudo 7,2 melanda pesisir utara Jepang. Dua gempa bumi kuat juga mengguncang Venezuela, menyebabkan banyak korban jiwa. Semua peristiwa ini terjadi dalam kurun waktu delapan jam.

Di media sosial, banyak yang berspekulasi. Apakah rangkaian gempa ini saling terkait? Para ahli dengan tegas mengatakan tidak. Menurut William Barnhart, peneliti dari US Geological Survey (USGS), gempa-gempa ini memang memiliki satu kesamaan: semuanya terjadi di sepanjang batas lempeng yang memang dikenal memiliki risiko seismik tinggi. Namun, waktu kejadiannya yang berdekatan hanyalah kebetulan belaka.

"Gempa bumi terjadi setiap hari di seluruh dunia. Sebagian besar terjadi jauh dari permukiman. Kemarin hanyalah hari yang sangat tidak biasa di mana ada beberapa gempa bumi yang cukup signifikan terjadi di daerah-daerah di mana orang-orang bisa merasakannya," kata Barnhart seperti dikutip dari Guardian.

Memang mungkin saja sebuah gempa besar memicu guncangan di belahan dunia lain. Namun, sangat tidak biasa efek berantai semacam itu terjadi dalam jarak ribuan kilometer. "Melihat sejarah gempa 100 tahun terakhir, kita belum pernah melihat gempa yang terpisah sejauh ini memiliki keterkaitan," ujar Martin Hudson, profesor teknik sipil di UCLA.

Sebagai perbandingan, gempa awal berkekuatan 7,1 di Venezuela kemungkinan besar memicu gempa bermagnitudo 7,5 yang mengikutinya. Alasannya sederhana: jarak keduanya sangat dekat.

Seismolog Dr. Angela Lux dari UC Berkeley juga mengatakan hal yang sama. Ia memahami bahwa wajar bagi orang-orang untuk mencari pola. Namun, ilmu pengetahuan menunjukkan hal sebaliknya. Tidak ada bukti yang menghubungkan gempa California dengan gempa-gempa di luar negeri tersebut. Waktu kejadiannya kemungkinan besar hanya kebetulan.

"Rentetan ini diawali dengan gempa bumi di Lembah Redwood. Saya dapat mengatakan dengan yakin gempa itu tidak berdampak pada gempa di Venezuela," tegasnya. Meskipun gempa kadang dapat memengaruhi aktivitas seismik di sekitarnya, jarak antar peristiwa-peristiwa ini terlalu jauh untuk memiliki hubungan langsung.

Rangkaian gempa ini mengingatkan kita bahwa Bumi terus bergerak. Lempeng-lempeng tektonik saling bertabrakan dan bergesekan setiap hari. Kadang, beberapa gempa besar terjadi dalam waktu berdekatan. Namun, ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa itu hanyalah kebetulan, bukan tanda bencana yang saling terhubung.

gempa bumiCalifornia utaraJepangVenezuelalempeng tektonikrisiko seismikkebetulan

Komentar

Memuat komentar...