Tomat Luar Angkasa Dipetik di Tiangong, Aeroponik Berhasil

Dedi S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Tomat Luar Angkasa Dipetik di Tiangong, Aeroponik Berhasil

Gambar atau konten salah?

Tomat luar angkasa baru saja dipetik di stasiun antariksa Tiangong. Para astronot China yang sedang bertugas berhasil memanen tomat ceri yang tumbuh di orbit Bumi. Video yang dibagikan oleh China Central Television menampilkan deretan tomat yang ditanam dengan teknik aeroponik. Astronot terlihat antusias memotret, memetik, lalu menyegel dan menyimpan setiap buah secara terpisah untuk penelitian lebih lanjut.

Teknologi kabut air dan pojok penyembuhan menjadi kunci keberhasilan. Perangkat inovatif ini dikembangkan oleh tim dari China Astronaut Research and Training Center. Sistem ini menguapkan air menjadi kabut halus, sehingga efisiensi penggunaan air di luar angkasa, tempat air sangat terbatas, meningkat secara signifikan. Dengan cara ini, tanaman dapat tumbuh tanpa memerlukan pot atau tanah.

Sejak bulan Februari 2025, astronot Zhang Hongzhang sudah membagikan video tur singkat yang memperlihatkan area tempat tomat ditanam. Area hijau di tengah dinginnya ruang angkasa diberi julukan “pojok penyembuhan” oleh kru stasiun Tiangong. Video tersebut menunjukkan bagaimana tanaman dikelola di lingkungan mikrogravitasi.

Keberhasilan panen ini hanyalah awal. Menurut rencana, awak Shenzhou‑21 akan melanjutkan eksperimen aeroponik dengan menanam gandum, wortel, dan tanaman obat. Eksperimen berkelanjutan ini bertujuan memverifikasi keandalan teknologi dan memperluas variasi tanaman yang bisa hidup di luar angkasa. Data yang dikumpulkan akan menjadi fondasi penting bagi misi antariksa jangka panjang, di mana sistem pendukung kehidupan bioregeneratif bioregenerative life support system menjadi keharusan agar astronot dapat bertahan hidup tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan dari Bumi.

Selain bercocok tanam, awak Tiangong juga rutin melakukan eksperimen fisika mikrogravitasi. Tugas mereka meliputi pembersihan sisa sampel, penggantian sampel eksperimen, pemeliharaan elektroda mekanisme aksial, dan pembersihan lensa penutup jendela pandang. Di sela‑sela tugas tersebut, para astronot disiplin melakukan inspeksi dan pemeliharaan sistem pendukung kehidupan regeneratif. Mereka memantau mikroorganisme di dalam stasiun untuk mencegah penyebaran mikroba berbahaya di orbit.

Tim secara berkala melakukan tes darah dan pelatihan medis darurat. Sampel darah tersebut digunakan untuk membantu tim medis di Bumi memantau kondisi kesehatan kru secara akurat. Semua prosedur ini memastikan bahwa setiap anggota kru tetap sehat selama berada di luar angkasa.

Misi Shenzhou‑21, yang membawa tiga astronot, diluncurkan dari Jiuquan Satellite Center, China, pada 31 Oktober 2025. Pada 9 Desember 2025, kru berhasil menyelesaikan rangkaian misi extravehicular activity (EVA) perdana mereka. Keberhasilan EVA menandai langkah penting dalam persiapan misi luar angkasa yang lebih panjang.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa teknologi budidaya aeroponik dapat berfungsi di lingkungan luar angkasa. Dengan efisiensi air yang tinggi dan kemampuan menanam berbagai jenis tanaman, sistem ini memberi harapan bagi kehidupan berkelanjutan di luar Bumi. Ke depan, data yang terkumpul akan membantu merancang sistem pendukung kehidupan yang lebih mandiri, membuka jalan bagi misi manusia ke planet lain.

TiangongShenzhou-21aeroponikmikrogravitasisistem pendukung kehidupantanaman di luar angkasastasiun antariksa

Komentar

Memuat komentar...