Debutan Cape Verde Paksa Argentina ke Perpanjangan Waktu
Gambar atau konten salah?
Piala Dunia 2026 menyisakan satu cerita yang sulit dilupakan. Cape Verde, tim debutan dari Afrika, sukses mencuri perhatian dunia. Meski langkah mereka terhenti di babak 32 besar setelah dikalahkan Argentina dengan skor 2-3 melalui babak perpanjangan waktu, perjalanan mereka tetap istimewa.
Negara kecil di lepas pantai barat Afrika ini bukan sekadar pelengkap. Mereka memaksa Lionel Messi dan kawan-kawan bekerja keras hingga waktu normal 90 menit tidak cukup. Pertandingan baru berakhir setelah 120 menit. Cape Verde pulang, tapi mereka meninggalkan kesan yang dalam.
Keberhasilan Cape Verde menembus Piala Dunia 2026 tidak lepas dari perubahan format turnamen. FIFA menambah jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim. Cape Verde menjadi salah satu tim yang mendapat manfaat dari kebijakan ini. Mereka finis sebagai pemuncak Grup D Kualifikasi Zona Afrika, mengungguli tim-tim seperti Kamerun, Libya, dan Angola.
Di babak grup Piala Dunia, Cape Verde tergabung di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi. Spanyol dan Uruguay sama-sama pernah menjadi juara dunia. Arab Saudi bukan lawan sembarangan—mereka tim kuat dari Asia. Di atas kertas, Cape Verde tidak diunggulkan. Banyak yang menganggap mereka hanya pelengkap.
Tapi kenyataannya berbeda. Kiper Vozinha dan rekan-rekannya membalikkan semua prediksi. Mereka menahan imbang Spanyol 0-0. Arab Saudi juga tidak bisa mencetak gol ke gawang mereka. Uruguay, tim yang pernah menjadi juara dunia, hanya mampu bermain imbang 2-2. Hasil ini membuat Cape Verde finis sebagai runner-up grup di bawah Spanyol. Mereka langsung lolos ke babak 32 besar tanpa harus melewati babak play-off.
Penampilan Cape Verde mendapat pujian dari Ian Wright, legenda Timnas Inggris dan Arsenal. Dalam wawancara dengan BBC, Wright mengatakan bahwa format baru Piala Dunia dengan 48 tim memberikan ruang bagi kejutan-kejutan seperti ini.
"Inilah yang diharapkan orang-orang di dunia ketika lebih banyak kesempatan diberikan FIFA untuk semua negara," kata Wright. "Ketika ada tim yang punya kesempatan dan naik panggung, mereka bisa membuktikan diri. Tak peduli dari negara besar atau kecil, mereka berjuang untuk membuktikan diri."
Wright menambahkan, "Hari ini, Cape Verde yang merupakan negara kecil menghadapi juara dunia Argentina. Mereka memang kalah, tapi upayanya sangat luar biasa."
Perjalanan Cape Verde di Piala Dunia 2026 memang singkat, tapi dampaknya terasa luas. Mereka membuktikan bahwa jumlah peserta yang lebih banyak tidak sekadar menambah angka, melainkan membuka pintu bagi cerita-cerita baru. Negara dengan populasi kecil sekalipun bisa bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nathan Ake Tinggalkan Manchester City, Gabung Fenerbahce
Tuduhan Pesta Liar, Federasi Senegal Tempuh Jalur Hukum
Paraguay vs Prancis: David Lawan Goliath di 16 Besar
Palmer Sindis Tuchel: Pilihanku Berbeda
Sumardji Targetkan Piala AFF 2026 Jadi Kado HUT RI
Persib Rekrut Ragnar Oratmangoen Kontrak Tiga Tahun
Berita Terbaru
Debutan Cape Verde Paksa Argentina ke Perpanjangan Waktu
Karantina Sumsel Perketat Pengawasan Spesies Asing Invasif
72 Drone Ukraina Ditembak Jatuh di Saint Petersburg
ASDP Selayar Rilis Jadwal Kapal Juli 2026
Nathan Ake Tinggalkan Manchester City, Gabung Fenerbahce
Chery Resmi Akuisisi Pabrik Nissan di Afrika Selatan
Tuduhan Pesta Liar, Federasi Senegal Tempuh Jalur Hukum
Transmart Gelar Full Day Sale 5 Juli, Diskon hingga 50+20%
