Transaksi Mata Uang Lokal Ditarget Tembus US$55 Miliar

Rudi H. · 2 min baca · 1 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Transaksi Mata Uang Lokal Ditarget Tembus US$55 Miliar

Gambar atau konten salah?

Bank Indonesia melaporkan bahwa transaksi perdagangan dan investasi yang menggunakan mata uang lokal, atau dikenal sebagai Local Currency Transaction (LCT), terus menunjukkan peningkatan. Nilai transaksi ini diproyeksikan mencapai US$ 55 miliar pada akhir tahun 2026.

Gubernur BI, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa nilai transaksi LCT pada tahun 2025 tercatat masih sekitar US$ 25 miliar. China menjadi mitra utama dengan kontribusi transaksi terbesar dalam skema ini.

"Dan saat ini transaksinya sudah mencapai sekitar, perkiraan akhir tahun ini US$ 55 miliar, padahal tahun lalu itu baru sekitar US$ 25 miliar, mainly adalah dari China, itu sangat besar," ujar Destry dalam acara Danantara TIIF26 di Fairmont Hotel, Jakarta Selatan, pada 26 Oktober 2026.

Destry menjelaskan, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi ekspor, impor, dan investasi merupakan salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Nah dengan adanya diversifikasi dari penggunaan mata uang untuk transaksi ekspor, impor ataupun investasi tentu nantinya ini akan mengurangi penggunaan juga dolar AS sehingga juga nilai tukar kita juga akan bisa lebih balance," jelasnya.

Saat ini, BI telah menjalin kerja sama LCT dengan sekitar 6 hingga 7 negara. Kerja sama tersebut terus diperluas melalui pendekatan bilateral dengan sejumlah negara mitra dagang Indonesia.

Destry mengungkapkan bahwa Singapura berencana bergabung dalam kerja sama LCT, sementara India berminat menjalin kerja sama LCT sekaligus QRIS lintas negara. Bahkan, sejumlah bank sentral negara lain mulai mendekati BI untuk menjajaki kerja sama serupa.

"Singapura mereka mau gabung LCT, QRIS sudah. India dia mau gabung QRIS dan juga LCT. Jadi ini masih terus berlangsung beberapa negara bahkan bank sentralnya approach ke kami," tutup Destry.

Skema LCT ini menjadi salah satu upaya Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah fluktuasi nilai tukar global. Dengan semakin banyak negara yang berminat bergabung, strategi diversifikasi mata uang ini perlahan mulai menunjukkan hasil nyata.

Bank IndonesiaLCTtransaksimata uang lokaldiversifikasikerja sama bilateralChina

Komentar

Memuat komentar...