Transaksi MR.D.I.Y. Melonjak 23,3% di Tengah Gaya Hidup Hemat

Ningsih R. · 3 min baca · 51 menit lalu · 21 dibaca
Bisik.id
Transaksi MR.D.I.Y. Melonjak 23,3% di Tengah Gaya Hidup Hemat

Gambar atau konten salah?

Orang-orang sekarang tidak sembarangan lagi saat berbelanja kebutuhan rumah. Mereka makin jeli membandingkan harga. Tempat belanja yang dipilih pun harus praktis, dekat dari rumah, dan tentu saja ramah di kantong.

Di tengah gaya hidup hemat yang mulai diterapkan banyak orang, kinerja MR.D.I.Y. Indonesia justru menunjukkan hasil yang positif. Selama Januari hingga September 2026, jumlah transaksi di toko-toko mereka naik 23,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan transaksi ini sejalan dengan pendapatan perusahaan pengelola MR.D.I.Y. di Indonesia, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY). Dalam sembilan bulan pertama tahun 2026, perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp 7,2 triliun. Angka ini tumbuh 24,5% dibandingkan tahun lalu. Laba kotornya mencapai Rp 3.686,2 miliar, naik 15,1%. Sementara laba setelah pajak meningkat 12,9% menjadi Rp 894,3 miliar.

Presiden Direktur MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, mengatakan bahwa pelanggan sekarang lebih teliti dalam membelanjakan uang mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini membuat produk dengan harga dan nilai yang sesuai menjadi pertimbangan utama saat berbelanja.

"Pelanggan Indonesia kini semakin cermat dalam membelanjakan setiap rupiahnya, dan banyak yang beralih mencari pilihan dengan nilai terbaik untuk kebutuhan sehari-hari. Di sinilah MR.D.I.Y. hadir, dan kami berterima kasih atas kepercayaan semakin banyak keluarga yang menjadikan kami sebagai peritel pilihan mereka," ujar Edwin dalam pernyataan resmi pada Jumat, 30 Oktober 2026.

"Misi kami tetap konsisten: terus menghadirkan toko lebih dekat dengan tempat tinggal pelanggan, serta menyediakan produk-produk relevan dengan harga terjangkau setiap harinya. Selama kami mampu mewujudkannya, pertumbuhan akan berjalan beriringan," tambahnya.

Sepanjang kuartal ketiga tahun 2026, atau periode Juli hingga September, MR.D.I.Y Indonesia membuka 72 toko baru. Total pembukaan toko sepanjang tahun ini sudah mencapai 202 toko. Angka ini setara dengan 75% dari target tahunan mereka, yaitu setidaknya 270 toko baru. Saat ini, jaringan toko MR.D.I.Y. sudah mencapai 1.416 toko di seluruh Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, setiap toko MR.D.I.Y. menyediakan lebih dari 18.000 jenis produk dalam 10 kategori. Mulai dari perlengkapan dapur, peralatan listrik, perkakas, alat tulis, hingga kosmetik. Semua tersedia dalam satu tempat, sehingga pelanggan bisa membeli berbagai keperluan sekaligus.

Menjaga Harga Tetap Terjangkau

Menjaga harga tetap murah di tengah pertumbuhan bisnis bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan pengelolaan operasional yang efisien. Direktur sekaligus Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, mengatakan bahwa disiplin dalam mengelola biaya menjadi kunci utama perusahaan untuk terus memberikan manfaat bagi pelanggan.

"Di tengah pertumbuhan bisnis, kami terus mengelola biaya secara disiplin. Disiplin ini memungkinkan kami untuk terus memberikan manfaat nyata bagi pelanggan melalui proposisi nilai Hemat, Lengkap, Dekat, sekaligus melanjutkan investasi untuk menghadirkan MR.D.I.Y. lebih dekat dengan masyarakat di seluruh Indonesia," kata Rika.

Selain pengelolaan biaya, pusat distribusi dan sistem logistik yang terintegrasi membantu perusahaan mengatur persediaan barang di setiap toko. Pemantauan stok dan koordinasi pengadaan juga mendukung ketersediaan produk sesuai kebutuhan pelanggan.

Perusahaan bekerja sama dengan pemasok dalam negeri. Saat ini, MR.D.I.Y. mempekerjakan lebih dari 13.000 orang di seluruh Indonesia. Lebih dari 1.000 pekerjaan baru tercipta berkat pembukaan toko-toko baru sepanjang tahun 2026.

"Setiap toko baru berarti lapangan kerja baru, peluang baru bagi pemasok lokal, dan nilai nyata bagi keluarga terdekat. Pertumbuhan seperti itulah yang ingin terus kami bangun di Indonesia," pungkas Edwin.

Pertumbuhan MR.D.I.Y. terjadi justru saat banyak orang mulai berhemat. Ini menunjukkan bahwa strategi menyediakan barang lengkap dengan harga terjangkau di lokasi yang dekat dengan pemukiman masih sangat relevan. Efisiensi operasional dan kemitraan dengan pemasok lokal menjadi fondasi yang membuat perusahaan mampu mempertahankan harga murah sambil terus berekspansi.

hematbelanjaharga terjangkauMR.D.I.Y.toko dekat rumahpertumbuhanefisiensi operasional

Komentar

Memuat komentar...