Trump Minta FIFA Cabut Kartu Merah Balogun, Dikabulkan

Fandi R. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Trump Minta FIFA Cabut Kartu Merah Balogun, Dikabulkan

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara langsung meminta FIFA untuk meninjau ulang kartu merah yang diterima Folarin Balogun. Menurut Trump, pelanggaran yang dilakukan Balogun tidak disengaja. Insiden ini terjadi saat pertandingan melawan Bosnia-Herzegovina.

Trump meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menangguhkan sanksi kartu merah tersebut. Permintaan itu pun dikabulkan. Akibatnya, Balogun bisa bermain saat Amerika Serikat bertemu Belgia di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026. Pertandingan itu berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, pagi WIB.

Keputusan FIFA ini menuai reaksi negatif. Banyak pihak, termasuk Belgia dan UEFA, menilai langkah tersebut merusak sportivitas. Namun, Trump tidak peduli. Ia yakin tindakannya sudah benar.

Trump melihat Balogun tidak punya niat untuk mencederai pemain Bosnia-Herzegovina, Tarik Muhamerovic. "Saya cuma meminta ditinjau ulang lagi hukumannya. Saya tidak menyuruhnya melakukan itu kok," kata Trump seperti dikutip ESPN. Ia menambahkan, "Pria ini adalah pria yang cerdas dan tangguh, Gianni Infantino. Dia adalah pria yang cerdas dan tangguh, dan reputasinya telah mendunia karena pekerjaannya sangat bagus. Saya merasa kita semua harus melihat aksi pemain terbaik di lapangan."

Trump juga menyatakan pendapatnya tentang insiden tersebut. "Saya tidak berpikir itu pelanggaran. Saya melihat hanya dua pemain hebat yang saling bertabrakan dan saling berbenturan." Ia menambahkan, "Saya melihat tayangan itu, dan saya adalah orang yang menyukai olahraga... itu bukan pelanggaran. Itu bahkan bukan pelanggaran ringan... wasit ini memang sedikit mencurigakan jika Anda memeriksa rekam jejaknya. Dia membuat keputusan yang tidak dapat dipercaya siapa pun."

Trump menekankan pentingnya Balogun bagi timnya. "Balogun adalah pemain terbaik kami, atau salah satu pemain terbaik kami. Dan dia memberinya kartu merah. Saya tidak tahu apa artinya itu... ya, saya meminta FIFA meninjau ulang hukuman. (Balogun) tidak melakukan kesalahan apa pun, dan dia adalah pemain terbaik kami atau salah satu pemain terbaik kami."

Keputusan FIFA untuk mengabulkan permintaan Trump menunjukkan pengaruh politik dalam olahraga. Meskipun banyak yang mengkritik, Trump tetap pada pendiriannya bahwa yang dilakukannya demi kepentingan tim dan pemain terbaiknya.

Donald TrumpFIFAFolarin Balogunkartu merahPiala Dunia 2026sportivitaspengaruh politik

Komentar

Memuat komentar...