Trump Tunda Serangan Iran, Harga Minyak Global Turun 13%

Agus P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Trump Tunda Serangan Iran, Harga Minyak Global Turun 13%

Gambar atau konten salah?

Donald Trump memutuskan menunda serangan militer terhadap fasilitas pembangkit listrik Iran pada Senin, 23 Maret 2026. Keputusan ini langsung memengaruhi pasar energi global, menurunkan harga minyak mentah dunia.

Di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran sedang berlangsung. Ia menulis, “Saya senang melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah,” kata Trump, dikutip dari CNN Business. Ia menambahkan bahwa diskusi akan berlanjut sepanjang minggu ini dan menginstruksikan Departemen Perang AS untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Trump menegaskan bahwa keputusan ini “Tergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung.” Sebelum pengumuman ini, ia sudah menyatakan akan mengebom pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz pada Senin malam, 23 Maret 2026. Tanggapan cepat datang dari Korps Garda Revolusi Islam Iran, yang menyatakan akan membalas serangan terhadap pembangkit listriknya dan menutup Selat Hormuz tanpa batas waktu. Pernyataan tersebut membuat harga minyak naik pada Minggu, 22 Maret 2026, dan kenaikan berlanjut hingga Senin.

Reaksi pasar segera terlihat. Pada perdagangan Senin, harga minyak dunia turun lebih dari 13%. Harga minyak Brent berjangka, misalnya, turun sekitar US$17 atau sekitar 15% ke level US$96 per barel pada pukul 11:08 GMT. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$13 atau sekitar 13,5% ke level terendah sesi sebesar US$85,28.

Belum jelas apakah Iran setuju dengan versi kejadian yang disampaikan Trump. Namun, pernyataan Korps Garda Revolusi Islam Iran menegaskan bahwa mereka akan menanggapi setiap serangan terhadap listrik dengan serangan yang setara. “Jika Anda menyerang listrik, kami akan menyerang listrik,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita semi-resmi Fars pada hari Senin.

Keputusan Trump menunda serangan militer menandai perubahan drastis dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Iran. Dampaknya langsung terlihat di pasar minyak, menunjukkan betapa rapuhnya ketegangan di kawasan tersebut. Perubahan ini menegaskan bahwa diplomasi, meski masih dalam fase awal, dapat memengaruhi harga energi global secara signifikan.

Donald TrumpIranpembangkit listrikSelat Hormuzharga minyak mentahkebijakan luar negeri ASTruth Social

Komentar

Memuat komentar...