Tuduhan Pesta Liar, Federasi Senegal Tempuh Jalur Hukum

Guntur P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Tuduhan Pesta Liar, Federasi Senegal Tempuh Jalur Hukum

Gambar atau konten salah?

Sebuah laporan mengejutkan muncul setelah tim nasional Senegal tersingkir dari Piala Dunia 2026. Delegasi Senegal dituduh menggelar pesta liar selama berada di Amerika Serikat. Tuduhan ini langsung dibantah keras oleh Federasi Sepakbola Senegal (FSF).

Menurut laporan yang beredar, para pejabat Senegal diduga mabuk-mabukan, mengundang tamu yang tidak berkepentingan, dan berbelanja barang-barang mahal. Kabar ini pertama kali muncul di sebuah artikel yang berjudul "Dunia para pejabat federal di AS: malam-malam gala, botol-botol alkohol antik, kehadiran 'teman-teman terhormat' dalam menu". Artikel tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial dan platform digital.

FSF merilis pernyataan resmi melalui akun media sosial mereka. Mereka menyebut tuduhan itu sebagai fitnah. "Federasi Sepakbola Senegal ingin menginformasikan kepada rakyat Senegal, serta opini publik nasional dan internasional, tentang pelanggaran serius yang terjadi di media setelah partisipasi tim nasional dalam Piala Dunia FIFA 2026 yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko," tulis pernyataan FSF.

Federasi dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut. "Isi publikasi ini secara tegas menuduh para pemimpin FSF melakukan perilaku yang sangat serius, yang sepenuhnya bertentangan dengan integritas, etika, dan martabat jabatan mereka. FSF secara resmi dan tegas membantah keabsahan klaim palsu ini, yang tujuan utamanya adalah untuk mendiskreditkan lembaga tersebut," tegas FSF dalam pernyataannya.

Langkah hukum sudah ditempuh oleh FSF. Mereka melaporkan kasus ini ke Jaksa Penuntut Umum di Dakar pada Jumat, 03 Juli 2026 waktu setempat. "Menghadapi kampanye media terkoordinasi ini yang menyebabkan kerusakan besar pada reputasinya di kalangan rakyat Senegal, keluarga, FIFA, CAF, mitra ekonomi, dan sponsor resminya, badan federal tersebut telah memutuskan untuk bertindak dengan tegas melalui jalur hukum," lanjut pernyataan federasi.

Kabar ini muncul setelah Senegal tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tim yang diperkuat Sadio Mane itu kalah dari Belgia dengan skor dramatis 3-2. Pertandingan berlangsung di Lumen Field. Senegal sempat unggul 2-0 atas Belgia. Namun, tim asuhan Kevin De Bruyne berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di waktu normal. Di babak perpanjangan waktu, Belgia akhirnya menang setelah Senegal dihukum penalti di menit-menit akhir extra time.

FSF menegaskan bahwa tuduhan pesta liar ini adalah upaya untuk mendiskreditkan federasi. Mereka berkomitmen untuk membersihkan nama baik lembaga tersebut melalui proses hukum yang sedang berjalan.

SenegalPiala Dunia 2026tuduhan pesta liarFederasi Sepakbola Senegalbantahanlangkah hukumtersingkirfitnah

Komentar

Memuat komentar...