10 Ribu Warga Palembang Masih Antre Air Bersih

Nurul H. · 1 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
10 Ribu Warga Palembang Masih Antre Air Bersih

Gambar atau konten salah?

Lebih dari 10 ribu warga di Palembang tercatat masih mengantre untuk mendapatkan sambungan air bersih. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyebutkan bahwa sekitar 12 hingga 13 persen penduduk kota belum menikmati layanan ini. Pemerintah kota menargetkan seluruh masyarakat bisa terlayani dengan memperluas jaringan perpipaan.

Ratu Dewa menjelaskan, belum meratanya akses air bersih menjadi salah satu keluhan utama warga. Karena itu, percepatan pembangunan infrastruktur pendukung terus dilakukan. Saat ini, pemasangan pipa induk sudah berjalan. Namun, ada kendala di Jalan Sudirman. Proyek penyeberangan pipa di sana masih menunggu izin dari pemerintah pusat.

"Pekerjaannya memerlukan pengerukan dalam skala besar," kata Ratu Dewa kepada wartawan pada Kamis, 02 Juli 2026. Ia meminta proses perizinan segera rampung agar proyek tidak kembali molor. Setelah izin keluar, pemasangan jaringan pipa akan dilanjutkan hingga kawasan Sematang Borang.

Perluasan layanan air bersih diprioritaskan ke wilayah yang selama ini belum terjangkau secara maksimal. Tiga kecamatan yang menjadi prioritas adalah Sukarami, Kalidoni, dan Alang-Alang Lebar. Ratu Dewa mengatakan, masih banyak warga di daerah itu yang belum mendapatkan sambungan.

"Masih ada lebih dari 10 ribu warga yang menunggu sambungan air bersih," ungkapnya. Ia berharap penyelesaian pembangunan jaringan pipa bisa mempercepat pemerataan. Targetnya, seluruh warga Palembang bisa segera menikmati air bersih. "Sekitar 12 hingga 13 persen warga yang belum terlayani bisa segera terakomodasi," tutupnya.

Secara keseluruhan, upaya pemkot Palembang untuk memperluas akses air bersih masih terkendala proses perizinan dan infrastruktur di beberapa titik. Pemasangan pipa induk menjadi langkah kunci, terutama setelah izin untuk pengerukan di Jalan Sudirman terbit.

air bersihPalembangsambungan airjaringan pipaperizinaninfrastrukturperluasan

Komentar

Memuat komentar...