UMKM Binaan Pertamina Raup Rp8,57 Miliar dari Pameran Dagang

Mira T. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
UMKM Binaan Pertamina Raup Rp8,57 Miliar dari Pameran Dagang

Gambar atau konten salah?

Pameran dagang menjadi salah satu jalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menemukan pelanggan baru, memperluas koneksi, dan menembus pasar yang lebih besar. Sepanjang paruh pertama tahun 2026, UMKM binaan Pertamina yang berpartisipasi dalam berbagai pameran—baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional—berhasil membukukan omzet sebesar Rp 8,57 miliar.

Lebih dari sekadar transaksi jual beli, pameran-pameran ini menjadi ajang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka, bertemu langsung dengan calon pembeli dan mitra bisnis potensial, membangun jaringan kerja sama antarsesama pelaku UMKM, serta menguji seberapa kompetitif produk mereka di pasar yang lebih luas.

Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Sambal Ning Niniek. Usaha yang dirintis oleh Sri Wahyuni ini terus mengembangkan sayapnya dengan memanfaatkan berbagai kesempatan pameran dan program pengembangan usaha.

"Bagi saya, setiap tahap yang kami lalui adalah bagian dari proses untuk terus berkembang. Peran Pertamina dalam perjalanan Sambal Ning Niniek sangat luar biasa. Kami mendapatkan bantuan modal Rp 35 juta pada 2023 yang sangat membantu memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi," kata Sri dalam keterangan tertulis pada Rabu, 12 Agustus 2026.

"Bisa terpilih sebagai salah satu dari 30 finalis Pertamina Aggregator 2025 juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan mengembangkan usaha ini," tambahnya.

Menurut Sri, pelatihan yang diikutinya melalui UMK Academy dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai pameran sangat membantu mengembangkan kapasitas usahanya sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Di balik kisah sukses UMKM seperti Sambal Ning Niniek, akses ke pasar yang lebih luas tidak bisa berdiri sendiri. Kesiapan usaha dan produk menjadi fondasi yang harus diperkuat. Mulai dari urusan legalitas dan sertifikasi, kualitas produk yang terjaga, kemampuan pemasaran yang mumpuni, hingga pengelolaan bisnis yang rapi—semua itu menjadi kunci agar UMKM bisa benar-benar memanfaatkan peluang pasar yang ada.

Hingga akhir Juni 2026, sebanyak 2.822 sertifikasi telah difasilitasi bagi UMKM binaan Pertamina. Sertifikasi ini membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan legalitas dan standar produk, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen sebagai modal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Penguatan kemampuan para pelaku usaha juga dilakukan melalui 579 pelatihan yang diselenggarakan melalui Rumah BUMN Pertamina. Pelatihan-pelatihan ini mencakup berbagai topik, seperti pemasaran digital, legalitas, peningkatan kualitas dan daya saing produk, hingga pengelolaan usaha secara keseluruhan.

Sementara itu, untuk membuka akses pasar, UMKM binaan telah difasilitasi untuk mengikuti 414 pameran berskala regional, nasional, hingga internasional. Beberapa di antaranya adalah Food & Hospitality Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indonesia International Motor Show (IIMS), dan INACRAFT 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan bahwa dukungan yang diberikan perusahaannya diarahkan untuk membekali sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi UMKM agar bisa mengembangkan usahanya secara mandiri.

"Di balik setiap produk UMKM, ada keringat dan kerja keras. Namun, langkah mereka sering terhenti oleh keterbatasan ruang untuk berkembang. Memahami kondisi ini, Pertamina hadir bukan sekadar memberi pelatihan. Kami membantu UMKM melengkapi sertifikat serta legalitas, membuka akses pasar, memperluas jejaring, dan merangkai peluang baru agar usaha mereka sungguh-sungguh bertumbuh," ujar Baron.

Menurut Baron, momentum Hari UMKM Nasional juga menjadi pengingat bahwa pengembangan UMKM membutuhkan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha terus berkembang. Dalam ekosistem tersebut, Pertamina mengambil peran sebagai enabler—sebagai pihak yang memfasilitasi—melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, sertifikasi, serta pembukaan akses terhadap pasar.

Upaya-upaya ini juga turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengembangan UMKM juga sejalan dengan Asta Cita ketiga melalui penguatan kewirausahaan, industri kreatif, serta penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.

"Melalui ekosistem yang semakin terbuka, UMKM diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang lebih kuat, kompetitif, dan mampu memperluas pasar secara mandiri," tutup Baron.

Secara keseluruhan, data yang dirangkum menunjukkan bahwa pendekatan yang dilakukan bukan hanya soal memberikan modal atau pelatihan sesaat. Ada upaya sistematis untuk membangun fondasi usaha dari sisi legalitas, meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan berkelanjutan, dan yang terpenting, menyediakan jembatan berupa akses ke pameran-pameran dagang. Kombinasi inilah yang memungkinkan UMKM seperti Sambal Ning Niniek untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas.

pameran dagangUMKMomzetsertifikasipelatihanakses pasarPertamina

Komentar

Memuat komentar...