Trenggono Dilantik Jadi Wakil Kepala BGN, Lulusan Akmil
Gambar atau konten salah?
Pelantikan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 8 Juni 2026 menandai momen penting bagi TNI. Salah satu pejabat yang dilantik adalah Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Trenggono, mantan Direktur Umum (Dirum) Akademi Militer (Akmil) di Magelang. Bersama Trenggono, Agustina Arumsari, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pegawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN ditunjuk kepada Nanik Sudaryati Deyang. Selain itu, Presiden juga melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Trenggono lahir pada 21 November 1969 dan menempuh pendidikan di Akmil Magelang. Ia lulus pada 1993, tercatat sebagai Tempur nomor 32 dalam daftar Abituren Akmil 1993. Dokumen resmi Akmil juga menegaskan bahwa ia memiliki gelar SIP MAP—Sarjana Ilmu Pemerintahan dan Magister Administrasi Publik.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Trenggono memulai kariernya di TNI. Pada 2023, ia diangkat menjadi Dirum Akmil Magelang menggantikan Brigjen TNI Joko Purnomo. Pada saat itu, ia masih berpangkat Brigjen. Jabatan Dirum dipegang hingga 2024, ketika ia berpamitan pada akhir Agustus 2024. Pindah tugasnya berlanjut ke Lembaga Pengembangan dan Penelitian Angkatan Darat (Seskoad) di Jakarta, di mana ia menjadi Direktur Pengkajian dan Pengembangan pada 2024-2025. Pada 2025, ia juga menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI.
Namun, pada 3 Juni 2026, Trenggono mengundurkan diri dari TNI. Pernyataan resmi menyebutkan, “Pengunduran diri Mayjen Trenggono sudah disetujui,” dan dikonfirmasi oleh Kapuspen TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas. Keputusan ini menandai akhir masa aktifnya di militer.
Keuangan Trenggono juga tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada 3 Februari 2025, ia melaporkan kekayaan bersih sebesar Rp 1.214.500.000. Rincian harta mencakup: tanah dan bangunan di Malang dan Magelang senilai Rp 750.000.000, alat transportasi dan mesin Rp 368.500.000, serta kas dan setara kas Rp 242.000.000.
Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman kepemimpinan di Akmil, serta peran strategis di Seskoad, Trenggono menunjukkan perjalanan karier yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan kebijakan publik. Transisi dari militer ke lembaga pemerintah, serta pengelolaan harta yang transparan, mencerminkan pola profesionalisme yang konsisten. Keputusan pelantikan sebagai Wakil Kepala BGN menegaskan komitmen pemerintah terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, sekaligus menempatkan mantan perwira tinggi TNI dalam posisi strategis di sektor publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
