Uragasaurus kalasinensis, Dinosaurus Berleher Super Panjang dari Thailand
Gambar atau konten salah?
Sebuah spesies dinosaurus baru ditemukan di Thailand. Yang menarik, postur tubuhnya sangat menjulang tinggi. Namanya Uragasaurus kalasinensis, seekor sauropoda yang baru saja dijelaskan oleh para ilmuwan.
Penemuan ini menjadi spesies dinosaurus ke-15 yang berhasil ditemukan di negara tetangga Indonesia tersebut. Lebih dari itu, temuan ini juga memperkaya pengetahuan kita tentang bagaimana kondisi ekosistem di wilayah itu sekitar 143 juta tahun yang lalu.
"Penemuan ini merupakan mamenchisaurid pertama yang diberi nama secara resmi dari Thailand, serta memperluas distribusi geografis kelompok ini yang diketahui di Asia Tenggara," tulis para penulis studi.
Meskipun ukurannya sangat besar ketika masih hidup, spesies ini hanya dideskripsikan berdasarkan satu tulang belakang yang ditemukan di Formasi Phu Kradung. Pada masa dinosaurus ini hidup, kawasan tersebut kemungkinan merupakan dataran banjir yang didominasi danau dan dilintasi banyak sungai.
Walaupun hanya berupa fosil tunggal, tulang tersebut memiliki karakteristik yang cukup khas. Hal ini membuat para peneliti yang dipimpin oleh Apirut Nilpanapan dari Universitas Mahasarakham, Thailand, tidak hanya yakin bahwa fosil itu dulunya milik sauropoda, tetapi juga berani menamainya sebagai spesies baru.
"Spesies baru ini didasarkan pada tulang belakang punggung depan yang terawetkan dengan baik. Fosil ini menunjukkan kombinasi karakter yang khas, termasuk konfigurasi berbentuk huruf Y yang unik," jelas para peneliti.
Nama Uragasaurus kalasinensis dipilih dengan alasan tertentu. Kata "Uraga" berasal dari bahasa Sanskerta uraga, yang berarti "ular" atau "ular naga". Nama ini merujuk pada lehernya yang sangat panjang. Sementara itu, nama spesiesnya merujuk pada Provinsi Kalasin, tempat spesimen tersebut ditemukan.
Anatomi Leher Ekstrem Raksasa Purba
Kelompok dinosaurus Sauropoda memang dikenal karena ukurannya yang masif. Mereka memiliki empat kaki seperti pilar, leher panjang, dan ekor sebagai penyeimbang. Namun, spesies baru ini membawa ciri tersebut ke tingkat yang lebih ekstrem. Ia termasuk dalam kelompok sauropoda luar biasa yang dikenal sebagai mamenchisaurid.
Kelompok raksasa ini mencakup spesies seperti Mamenchisaurus sinocanadorum, yang memiliki leher panjang tidak wajar hingga mencapai 15 meter. Leher tersebut mengambil porsi hampir setengah dari panjang total tubuhnya. Mengapa kelompok ini berevolusi dengan leher sangat panjang masih belum sepenuhnya dipahami.
"Tampaknya leher-leher ini kemungkinan berkaitan dengan jangkauan makan yang lebih baik seperti pada sauropoda lainnya, tapi mungkin juga memiliki lebih dari satu fungsi," ujar Profesor Paul Barrett, pakar evolusi sauropoda di Natural History Museum, London.
"Bisa jadi leher panjang ini juga berfungsi untuk unjuk pesona dalam menarik pasangan atau digunakan untuk adu leher antarjantan yang memperebutkan betina dan wilayah kekuasaan, mirip jerapah saat ini. Namun kami tidak bisa memastikannya. Pada titik ini, alasan mengapa mereka mengembangkan leher sepanjang itu masih murni spekulasi," sebutnya.
Dahulu, mamenchisaurid dianggap hanya berasal dari Asia Timur. Hal ini mengingat banyaknya spesies awal yang dideskripsikan berasal dari China. Bahkan, sempat muncul teori bahwa karena China merupakan pulau besar yang terisolasi selama periode Jurassic, evolusi sauropoda mungkin terjadi dengan cara yang sedikit berbeda di wilayah tersebut.
Namun beberapa tahun terakhir, pemahaman tentang raksasa purba ini bergeser. Sisa fosil Wamweracaudia dari Tanzania menunjukkan mamenchisaurid juga hidup di Afrika Timur. Sementara itu, fosil di Rusia mengindikasikan mereka mencapai Siberia. Konfirmasi dari Thailand memberi bukti persebaran mereka jauh ke selatan, hingga Asia Tenggara.
Penemuan Uragasaurus kalasinensis ini menunjukkan bahwa mamenchisaurid tidak hanya terbatas di China. Mereka ternyata menyebar lebih luas, mencapai Thailand dan kemungkinan wilayah Asia Tenggara lainnya. Ini mengubah pandangan para ilmuwan tentang distribusi geografis kelompok dinosaurus berleher panjang ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persahabatan Bellingham-Haaland: Oase di Tengah Rivalitas
ChatGPT Work: Agen AI Mandiri untuk Proyek Rumit
Keyne Yamal, Adik Lamine, Curi Perhatian di Piala Dunia
Unggahan Ronaldo Euro 2016 Picu Perdebatan Pensiun
Operator Telekomunikasi Bentuk Jarjatel, Sorot Biaya Relokasi Tinggi
Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz: XLSmart Kuasai 700 MHz
Berita Terbaru
Uragasaurus kalasinensis, Dinosaurus Berleher Super Panjang dari Thailand
BSI Scholarship Pelajar 2026 Dibuka, Incar Siswa Prasejahtera
Lapar Tengah Malam? Ternyata Hormon Ini Biangnya
Diskon 50% Transmart Full Day Sale, Minggu Ini
Tas Misterius Ditemukan di Monumen Bajra Sandhi
KUTAKITA Sundown Week: Nikmati Senja Gratis di Kuta
5 Jenis Kendaraan Dibebaskan dari Pajak Tahunan