Video Debus SPPG di Brebes Viral, Edit Menyebabkan Kontroversi

Rizki W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Video Debus SPPG di Brebes Viral, Edit Menyebabkan Kontroversi

Gambar atau konten salah?

SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, beroperasi di Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Brebes. Pada 12 Juni 2026, sebuah video yang menampilkan aksi debus seorang relawan SPPG menjadi viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang pria berseragam biru berdiri di atas Makan Bergizi Gratis (MBG), memecahkan lampu neon, lalu memasukkan pecahannya ke dalam mulut.

Video ini diposting oleh akun Instagram @updatebrebes dan disertai narasi yang menanyakan tujuan aksi tersebut. Publik bereaksi beragam, memicu perdebatan di kalangan warganet.

Menanggapi viralnya video, Mitra SPPG Kubangsari Umar menjelaskan bahwa pria dalam rekaman memang relawan SPPG. Namun, ia menilai video yang beredar telah dipotong dan diedit sehingga menimbulkan kesan yang berbeda dari konteks aslinya.

“Itu memang relawan SPPG sini. Aslinya bukan seperti itu. Video yang viral sudah dipotong dan diedit. Kemudian diberi narasi negatif yang menimbulkan kebencian,” kata Umar.

Menurut Umar, video tersebut direkam oleh asisten lapangan (aslap) SPPG Kubangsari, Dheny Siswanto, dan telah dibuat sebelum Hari Raya Idul Adha. Dheny, yang diwawancarai secara terpisah, mengatakan video asli berdurasi 58 detik dan sempat diunggah melalui akun resmi SPPG.

“Sudah lama itu, sejak sebelum lebaran haji. Memang video yang mengambil saya dan diupload pakai akun resmi SPPG. Durasinya 58 detik,” jelas Dheny.

Ia menjelaskan bahwa pria yang melakukan aksi debus tersebut bernama Alfajar atau Yayang, relawan yang bertugas di bagian distribusi makanan. Sebelum bergabung dengan SPPG, Yayang diketahui bekerja sebagai pemain debus dan pesulap keliling.

“Asli orang sini, cuma dulu kerja sebagai pemain debus dan sulap keliling. Kemudian berhenti setelah bergabung menjadi relawan,” terangnya.

Dheny juga menyayangkan penyebaran video yang telah dipotong dan diberi narasi tertentu. Ia menyebut video asli tidak hanya menampilkan atraksi debus, tetapi juga pertunjukan sulap menggunakan ompreng atau wadah makanan.

“Sebenarnya ada adegan sulap, tapi dipotong. Kemudian diberi narasi negatif yang menyudutkan SPPG. Lagunya juga sudah beda, karena aslinya lagu khas tarling pantura,” ujar dia.

Video asli menampilkan kombinasi aksi debus, sulap, dan musik tradisional, sementara versi yang tersebar di media sosial menghilangkan elemen tersebut dan menambahkan narasi yang menuduh SPPG. Perbedaan ini menimbulkan kebingungan di kalangan penonton yang tidak mengetahui konteks penuh dari rekaman tersebut.

SPPGvideo viraldebussMakan Bergizi Gratissulapedit videoKecamatan KetanggunganBrebes

Komentar

Memuat komentar...