NQI dan StarWiz Tanda Tangan Kerja Sama Kuantum dan Satelit
Gambar atau konten salah?
PT Nusantara Quantum Intelligence (NQI) dan StarWiz Technology Co., Ltd. telah menandatangani perjanjian kolaborasi strategis bernilai multi‑juta dolar AS. Perjanjian ini menandai langkah penting bagi Indonesia dalam mempercepat pengembangan teknologi masa depan, khususnya di bidang komputasi kuantum, fotonik, dan ekosistem satelit radar (SAR).
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Beijing, dipimpin langsung oleh CEO sekaligus Founder NQI, Walter Kaminski. Kolaborasi lintas negara ini dirancang untuk menjawab tantangan global akan kebutuhan data pemantauan bumi yang presisi, cepat, dan memiliki tingkat keamanan siber berlapis.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan akan menggabungkan portofolio teknologi mutakhir mereka untuk menciptakan solusi hulu‑ke‑hilir (end‑to‑end) yang lebih cerdas. StarWiz Technology membawa keahlian dalam pengembangan perangkat lunak canggih, platform Artificial Intelligence (AI), serta cloud dan edge computing, memungkinkan pemrosesan data satelit resolusi tinggi dalam skala besar. Sementara PT Nusantara Quantum Intelligence (NQI) memperkuat lini utama pada pengembangan teknologi fotonik—pemanfaatan cahaya untuk komputasi super cepat dan komunikasi aman—serta ekosistem satelit radar (SAR) untuk memantau kondisi permukaan bumi secara real‑time.
“Kolaborasi dengan StarWiz Technology Co., Ltd. adalah akselerasi nyata bagi visi besar kami. Dengan menyatukan teknologi kuantum dan ekosistem satelit radar, kami siap menghadirkan solusi pemantauan dan analitik yang jauh lebih akurat bagi sektor pemerintahan, pertahanan sipil, hingga industri komersial di Indonesia dan Asia Tenggara,” ujar Walter Kaminski, CEO dan Founder NQI, dalam keterangan yang diterima.
Di sisi lain, Chairman StarWiz Technology, Lei Bin, menambahkan bahwa kerja sama ini bukan sekadar integrasi sistem biasa. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan ruang bersama untuk mempercepat komersialisasi teknologi di pasar internasional sekaligus mendorong terjadinya transfer pengetahuan (transfer of knowledge).
Proyeksi dampak kolaborasi ini meliputi:
- Transfer Teknologi Tinggi: Membuka kesempatan emas bagi talenta teknologi lokal Indonesia untuk mempelajari dan menguasai teknologi kuantum serta satelit melalui program pelatihan dan workshop teknis bersama StarWiz.
- Solusi Isu Krusial Nasional: Hasil penggabungan teknologi radar dan AI akan diaplikasikan langsung untuk sistem pertanian presisi, pengawasan wilayah perairan maritim, hingga sistem deteksi dini dan penanganan bencana alam yang lebih responsif.
- Perlindungan Data Maksimal: Integrasi praktik keamanan siber dan enkripsi data termutakhir guna menjamin kerahasiaan informasi penting negara maupun publik yang dikelola oleh sistem.
Langkah awal kolaborasi ini akan dimulai dengan proyek percontohan integrasi fotonik dan pemrosesan SAR. Selanjutnya, kedua perusahaan akan menyusun roadmap produk bersama untuk merambah pasar regional, serta melakukan uji coba lapangan untuk validasi operasional sebelum solusi teknologi canggih ini dilepas secara penuh ke pasar luas.
Dengan menggabungkan keahlian deep‑tech China dan inovasi lokal Indonesia, kolaborasi ini menandai upaya nyata memperkuat ekosistem teknologi di Indonesia. Melalui pelatihan, transfer pengetahuan, dan penerapan solusi real‑time, kedua belah pihak berupaya menciptakan dampak positif yang luas, mulai dari mitigasi bencana hingga peningkatan keamanan data nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
