Vulla Hendrata: Motor Kustom Raih Gelar Internasional

Bambang W. · 3 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Vulla Hendrata: Motor Kustom Raih Gelar Internasional

Gambar atau konten salah?

Vulla Hendrata, seorang pemuda berusia 31 tahun yang berasal dari Kota Malang, memulai perjalanan karirnya di sebuah bengkel kecil di kawasan Polowijen, Blimbing. Dari tempat sederhana itu, lahirlah motor-motor kustom yang tidak hanya menarik perhatian lokal, tapi juga meraih sorotan internasional.

Ketertarikan Vulla pada dunia roda dua muncul sejak masa SMP dan SMK. Ia menggabungkan ilmu yang didapat dari jurusan animasi di sekolah dengan kreativitasnya. Motor pertama yang ia ubah adalah Honda GL 100 yang diberikan oleh orang tua, model tahun 1987. Ia mengubahnya menjadi gaya cafe racer secara total, dan motor itu segera menarik minat orang lain.

Penjualan motor pertama tersebut membuka pintu bagi pesanan modifikasi berikutnya. Setiap order datang satu per satu, membuat Vulla sadar akan potensi pasar. Saat itu, ia masih mahasiswa di jurusan Pendidikan Keolahragaan di salah satu kampus di Malang. Keputusan besar berikutnya adalah drop out dari kuliah untuk fokus penuh pada dunia kustom.

Langkah ini menuai kritik keras dari keluarga. Namun, semangat juang khas Arek Malang membuat Vulla membuktikan keraguan dengan karya nyata. Ia memulai kehadiran online pada tahun 2015 bersama tim kecil yang terdiri dari empat orang. Sejak itu, Ultimate Custom tumbuh menjadi bengkel yang mampu memproduksi tiga motor kustom setiap bulan.

Gaya yang diusung Vulla adalah vintage racing yang memadukan sentuhan klasik dengan karakter modern. Selain pesanan pelanggan, ia selalu menyisakan ruang untuk bereksperimen, menciptakan proyek idealis untuk kompetisi. Salah satu karya monumental pertama adalah motor bernama Lathi, berbasis Honda GL 125.

Lathi berhasil meraih juara di Honda Modif Contest (HMC) 2024. Kemenangan ini menjadi tiket emas bagi Vulla untuk naik kelas ke Honda Dream Ride Project 2025, di mana ia ditantang memodifikasi motor matic Honda Stylo 160 tanpa mengubah struktur utama rangka dan mesin.

Melalui ketelitian dan imajinasi, Vulla menghasilkan karya baru bernama Arjuno, mengusung konsep neo board tracker. Ia mengubah hampir seratus persen tampilan motor matic tersebut, hanya menyisakan lampu utama asli. Bahkan, ia menambahkan sistem turbocharger yang berfungsi sepenuhnya dan tetap layak jalan.

Arjuno kemudian dibawa ke Jepang untuk dipamerkan di Yokohama Hot Rod Custom Show 2025. Di sana, motor matic tersebut menjadi satu-satunya peserta, menarik perhatian juri internasional. Akibatnya, Arjuno meraih Cool Pick Award, sebuah prestasi luar biasa bagi Vulla yang masih rookie dan menjadi builder paling muda di perwakilan Indonesia.

Keberhasilan Arjuno tidak berhenti di luar negeri. Di tanah air, motor tersebut menyabet tiga gelar sekaligus di Kustomfest 2025. Honda kemudian mengangkat Arjuno sebagai tim inti untuk safari promosi keliling Indonesia, menandai kolaborasi resmi antara Vulla dan produsen motor besar.

Semangat Vulla semakin membara. Ia kini menyiapkan dua karya baru, Petruk dan Pasopati, yang berbasis Honda Vario. Targetnya adalah melengkapi konsep besar bertema 'Pandawa Lima' versi motor kustom, terinspirasi dari tokoh pewayangan. Dari awal ditentang keluarga, kini dukungan penuh mengalir, memberi ruang bagi Vulla untuk terus bersinar.

Dengan perjalanan yang penuh liku, Vulla Hendrata menunjukkan bahwa dedikasi dan keberanian dalam menolak batasan dapat membawa karya lokal ke panggung dunia. Keterlibatan keluarga yang berubah menjadi dukungan penuh menambah kekuatan, sementara kolaborasi dengan produsen besar menegaskan posisi Vulla sebagai pionir kustom Indonesia.

Vulla Hendratamotor kustomHonda GL 100ArjunoYokohama Hot Rod Custom ShowKustomfest 2025

Komentar

Memuat komentar...