Gambar atau konten salah?
Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiapkan jalur baru Bus Trans Jatim di wilayah Malang Raya dan Pasuruan. Rencana ini menjadi prioritas utama dalam perencanaan anggaran daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Jatim akan segera mengalokasikan dana dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD). Sekretaris Daerah Provinsi, Adhy Karyono, mengungkapkan bahwa proyek ini masih dalam proses perencanaan tambahan anggaran.
“Masih dalam proses perencanaan di anggaran tambahan,” kata Sekdaprov Jatim Adhy Karyono saat dikonfirmasi detikJatim, Senin (8/6/2026). Koridor Malang Raya telah dirintis sejak tahun lalu, namun masih menunggu kajian akhir dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim.
Adhy menegaskan, “Koridor Malang Raya kan sudah tinggal tambahan lanjutan koridor. Sekarang tinggal tergantung dari kesiapan kajian Dishub Jatim,” tegasnya. Sementara itu, rencana koridor baru di Pasuruan juga menunggu hasil kajian akhir.
“Koridor Pasuruan masih dalam proses perencanaan di anggaran tambahan, sangat tergantung dari kesiapan kajian dari Dishub juga. Intinya untuk kebutuhan rakyat harus jadi prioritas,” tandasnya. Pihaknya berjanji akan menyiapkan anggaran secara penuh untuk jalur baru Bus Trans Jatim karena manfaatnya bagi masyarakat sangat besar.
Sejak sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, menyebutkan akan ada dua koridor tambahan di Malang Raya. Realisasinya menunggu penambahan anggaran saat PAPBD Pemprov Jatim 2026.
“Arahan ibu ke kami dua koridor. Tapi kita kembali lagi lihat fiskal kita cukup satu koridor ya satu koridor dulu, sisanya tahun selanjutnya,” jelasnya. Nyono menekankan pentingnya kestabilan fiskal sebelum menambah jalur.
Untuk rute, Koridor Malang Raya akan melintasi kawasan Pakis Aji hingga wilayah Kepanjen. Nyono menjelaskan, “Kita kan sudah masuk ke koridor tengah Malang. Sesuai arahab Iby Gubernur dan Bupati Malang, kita masuk ke kawasan Pakis Aji terus ke Kepanjen. Sekarang kan semua Terminal Tipe B sudah dilalui koridor tengah Malang Raya (Koridor I Malang Raya),” jelasnya.
Rencana Koridor II Malang Raya akan menempuh rute ke Landungsari lewat Pakis Aji dan ke Kepanjen. Sedangkan Koridor III Malang Raya masih dalam tahap perencanaan, dengan kemungkinan melewati Ade Irma Suryani, melintasi bandara, dan menuju Tumpang sebelum bergabung kembali ke Hamid Rusdi. “Apakah nanti mampir di Landungsari atau ke Batu masih kajian,” tambahnya.
Selain itu, Nyono memastikan pihaknya terus melakukan kajian untuk Bus Trans Jatim di wilayah industri, salah satunya di Pasuruan. “Sesuai arahan Ibu Gubernur, kami lakukan kajian untuk Bus Trans Jatim di area industri salah satunya Pasuruan. Namun, kita harus meyakinkan koridor yang dilewati pasti aman dulu,” tandasnya.
Rencana pengembangan Bus Trans Jatim ini menandai langkah penting dalam meningkatkan mobilitas publik di Jawa Timur. Namun, keberhasilan proyek ini masih bergantung pada hasil kajian akhir dan persetujuan anggaran yang akan datang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
