16 Dapur Gizi Jember Suspend, 7 Operasi Kembali Di Jember
Gambar atau konten salah?
Sejumlah enam belas dapur pemenuhan gizi di kota Jember sempat diberi sanksi suspend karena belum mematuhi standar Instalasi Pengolahan Limbah Air (IPAL). Sanksi ini tidak disebabkan oleh strategi penghematan anggaran, kata kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) KPPG Jember, Suhaidi.
“Tidak ada hubungannya dengan strategi efisiensi anggaran,” ujarnya ketika ditemui di kantor KPPG Jember pada Senin, 08 Juni 2026. Suhaidi menegaskan bahwa seluruh operasional pelayanan gizi tetap berjalan normal. “Operasional masih berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Menurut Suhaidi, pelanggaran utama yang memicu suspend adalah ketidaksesuaian fasilitas IPAL. “Titik poinnya adalah pelanggaran di IPAL,” tegasnya. Faktor kebersihan dan pengelolaan limbah yang belum memenuhi standar menjadi alasan sanksi tegas ini harus dijatuhkan.
Sejak diberlakukan, kondisi 16 dapur SPPG mulai berangsur normal. Tujuh di antaranya sudah diperbolehkan beroperasi kembali setelah melakukan perbaikan sistem pembuangan limbah. “16 dapur yang di-suspend. Sudah ada yang dibuka 7, karena mereka sudah memperbaikinya. Jadi tinggal 9 yang masih di-suspend,” jelas Suhaidi.
Ia berharap sembilan dapur yang masih terkena suspend segera memperbaiki sistem IPAL mereka agar dapat segera kembali beroperasi. Dengan demikian, layanan gizi di Jember dapat terus berjalan tanpa gangguan.
Keputusan suspend ini menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Pemerintah daerah menegaskan bahwa sanksi bersifat sementara dan bertujuan mendorong perbaikan, bukan menghukum. Sementara itu, para pengelola dapur diharapkan segera menindaklanjuti rekomendasi perbaikan agar tidak ada lagi pelanggaran yang dapat mengganggu pelayanan gizi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
