Wahana Tiram Mikutopia Rusak, Tidak Ada Cedera Parah
Gambar atau konten salah?
Mikutopia, sebuah taman hiburan di Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah salah satu wahana di sana mengalami kerusakan pada 3 April 2026. Insiden ini memunculkan kepanikan di kalangan pengunjung, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap lewat unggahan video pendek di platform TikTok oleh akun @madesyaki02. Pemilik akun, Iva Kartika Sari, menampilkan kerumunan pengunjung yang tampak panik. Dalam judul videonya, ia menulis: “Kejadian di Mikutopia hari ini 3/4/2026, yang punya rekamannya mau lihat dong.”
Di kolom komentar, Iva menjelaskan bahwa wahana yang rusak adalah Wahana Tiram, sebuah Merry Go Round khusus anak. Ia menambahkan: “Ada wahana patah kak, soalnya suamiku bantu nolongin kakinya sampai baret-baret (lecet) loncat pagar. Aku pas main playground sama anakku.” Iva juga mencatat bahwa kerusakan terjadi sebelum pelaksanaan salat Jumat: “Ada wahana putus, sebelum salat Jumat.”
Pengelola Mikutopia, melalui Panji Akbar Ramadhani, Manager Operasional, segera mengangkat bicara. Ia mengonfirmasi bahwa kerusakan terjadi pada 3 April 2026 sekitar pukul 11.30 WIB, saat Wahana Tiram sedang beroperasi. Menurut Panji, kerusakan muncul di bagian tiang penyangga yang patah, menyebabkan bagian tersebut jatuh dari ketinggian 30 cm di atas lantai. Ia menjelaskan bahwa kapasitas maksimal wahana adalah 80 kg per orang, namun seringkali pengunjung melebihi batas tersebut, memaksa petugas menyesuaikan. “Berdasarkan analisa sebelumnya, kerusakan wahana ini terjadi karena kapasitas hanya 80 kg maksimal per orang, tapi digunakan melebihi dari kapasitas. Ini terjadi karena seringkali pengunjung yang melebihi beban memaksa untuk menaiki,” ungkap Panji.
Panji menegaskan bahwa tidak ada pengunjung yang luka serius. Ia menyatakan: “Semua pengunjung juga kita pastikan dulu tidak mengalami luka-luka atau keluhan medis. Overall tidak ada masalah serius terhadap pengunjung.”
Walaupun tidak ada cedera parah, pengelola mengakui bahwa insiden ini disebabkan oleh kelalaian petugas. Panji meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji akan melakukan evaluasi. Ia menambahkan: “Kami tidak memungkiri terkait edukasi untuk memberitahu kepada pengunjung soal batasan penggunaan wahana tidak mudah. Oleh karena itu, ke depan untuk petugas jaga akan lebih kami perketat pembatasan sesuai aturan yang ada, tapi tetap edukasi yang diberikan harus bisa diterima pengunjung nantinya.”
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap kapasitas penggunaan wahana di taman hiburan. Mikutopia, yang menjadi destinasi populer di Kota Batu, kini akan memperkuat prosedur keselamatan dan edukasi bagi pengunjung. Meskipun tidak ada luka serius, kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak terkait bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Serenada di Enchanting Valley: Konser Dua Hari Buka Puncak
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
Serenada Enchanting Valley: Konser Musik di Puncak Bogor
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Berita Terbaru
Kebakaran Hutan Musi Rawas Utara Terus, Muba Terkendali
Wakil Menteri Kunjungi SMP Tabanan, Cek Revitalisasi, MBG
Wakil Menteri Kunjungi SDN 3 Sembung Gede, Minta Revitalisasi
Hujan Lebat dan Petir Diprediksi Menyerang Medan Malam Ini
58 Hunian Terganggu Angin Kencang: Warga Kembali ke Tenda
Orang Tua Kritik Menu MBG Cibodas: Nugget, Anggur, Kedelai
Argentina Skuad Piala 2026: Messi Sang Unggul, Generasi Baru
Ika Sartika 50, Ditolak Lowongan Rumah Tangga di Ciamis
Ariston Perkenalkan Lini Pemanas Air Baru di Indonesia
Bandung Siapkan Mesin Insinerator 5 Ton/Jam untuk TPS Ciwastra
