Wali Kota Usul Larangan Truk di Dago Atas

Andi B. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Wali Kota Usul Larangan Truk di Dago Atas

Gambar atau konten salah?

Perbaikan Jalan Ir H Juanda, yang lebih dikenal sebagai Jalan Dago, tengah berlangsung di ruas dekat Terminal Dago. Jalan ini ambles sejak awal Juni 2026. Tebing di lokasi tersebut longsor, dan kini pemerintah kota bergerak cepat.

Pekerjaan utama saat ini adalah membangun tembok penahan tebing. Tujuannya jelas: mencegah longsor susulan yang bisa membahayakan pengguna jalan. Proses pengerjaan dilakukan secepat mungkin.

Di tengah perbaikan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengusulkan sesuatu. Ia ingin membatasi kendaraan berat yang melintas di kawasan Dago Atas. Menurutnya, truk dan kendaraan besar lainnya diduga menjadi pemicu utama amblesnya tebing.

"Kami sedang kaji bersama Dishub, Polda, dan Polres apakah perlu ada pembatasan kendaraan berat, karena ini titik transisi antara kabupaten dan kota," kata Farhan pada Selasa, 14 Juli 2026.

Laporan terakhir yang diterima wali kota menunjukkan kondisi yang menarik. Konstruksi di sekitar jalan yang ambles, khususnya di area The MAJ Dago, ternyata masih sangat kokoh. Masalah sesungguhnya berada di bawah tebing jalan itu, tepatnya di jalur Dago Giri.

"Konstruksi di seberangnya (The MAJ) sudah diaudit dan sangat kuat. Yang akan diperkuat adalah yang di bawahnya ke arah Dago Bengkok," ungkap Farhan.

Perbaikan ini tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Farhan mengakui prosesnya memakan waktu panjang. Metode yang digunakan adalah menyuntikkan beberapa kolom ke dalam lokasi longsoran. Cara ini dipilih agar tebing benar-benar stabil dan tidak memicu longsor lagi di masa depan.

"Saya mohon maaf agak lama, penguatannya dilakukan dengan menyuntikkan beberapa kolom ke dalam lokasi longsoran. Sedang dikaji terus efektivitasnya," pungkasnya.

Peristiwa amblesnya Jalan Dago ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur di daerah transisi antara kota dan kabupaten memerlukan perhatian ekstra. Beban kendaraan berat yang melintas setiap hari, ditambah kondisi tanah di area tebing, menjadi kombinasi yang perlu diwaspadai. Pemerintah kota kini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pada regulasi lalu lintas untuk mencegah kejadian serupa terulang.

perbaikan jalan Dagoambleslongsortembok penahan tebingpembatasan kendaraan beratWali Kota Bandunginfrastruktur transisi

Komentar

Memuat komentar...