Unand Beri Jaminan Kuliah Bagi Mahasiswa Hilang
Gambar atau konten salah?
Seorang mahasiswa Universitas Andalas (Unand) bernama Ryan Al Ghifari dilaporkan menghilang sejak November 2025. Ryan adalah mahasiswa angkatan 2022 dari Jurusan Informatika. Keluarga dan pihak kampus sudah berusaha mencarinya, tetapi sampai sekarang belum ada kabar.
Pihak universitas mengatakan mereka akan memberikan kebijakan khusus jika Ryan berhasil ditemukan. Kebijakan ini bertujuan agar Ryan tetap bisa melanjutkan kuliahnya.
Sekretaris Unand, Aidinil Zetra, menjelaskan bahwa aturan akademik kampus hanya mengizinkan mahasiswa mengambil cuti maksimal dua semester berturut-turut. Jika setelah masa itu mahasiswa tidak melakukan registrasi ulang, maka statusnya dianggap mengundurkan diri. Tapi kasus Ryan berbeda. Ini adalah kondisi khusus.
"Ini kasus yang khusus. Tentu nanti akan ada kebijakan dari pihak rektor maupun kementerian. Karena data mahasiswa selalu dilaporkan ke pusat melalui PDDikti, maka kami akan berkoordinasi dengan kementerian agar Ryan mendapat kemudahan untuk melanjutkan pendidikannya jika nanti sudah ditemukan," kata Aidinil kepada wartawan pada Selasa, 14 Juli 2026.
Aidinil menegaskan bahwa Universitas Andalas masih optimis Ryan bisa ditemukan. Karena itu, kampus ingin memastikan kesempatan Ryan untuk melanjutkan studi tetap terbuka.
"Kita tetap optimis Ryan bisa ditemukan dan bisa melanjutkan studinya. Nanti hal ini akan kami diskusikan bersama pimpinan fakultas, pimpinan universitas, hingga kementerian," ujarnya.
Menurut Aidinil, pihak kampus sudah bertemu dengan keluarga Ryan di Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, pada Senin kemarin. Pertemuan itu bukan hanya untuk memberikan dukungan moril. Universitas Andalas juga ingin memastikan pencarian Ryan terus dilakukan bersama berbagai pihak.
"Tujuan kami datang untuk memberikan kekuatan kepada keluarga agar tetap optimistis Ryan bisa ditemukan. Kami juga terus memberikan dukungan agar keluarga tetap sabar dan berdoa, semoga Allah memberikan jalan untuk menemukan Ryan," katanya.
Ryan bukan mahasiswa biasa. Aidinil menyebut Ryan dikenal sebagai mahasiswa berprestasi secara akademik. Ia juga memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam bidang teknologi informasi.
Ryan pernah dipercaya bersama timnya untuk mengembangkan aplikasi pelayanan publik untuk Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Aplikasi itu hasilnya sangat memuaskan.
"Ryan tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga sangat kreatif. Ia memiliki kemampuan yang bahkan melebihi teman-temannya. Salah satunya saat mengembangkan aplikasi pelayanan publik untuk pemerintah daerah dan hasilnya sangat memuaskan. Dari dokumen yang kami kumpulkan, Ryan juga memperoleh banyak penghargaan, termasuk dari pemerintah," jelas Aidinil.
Ryan Al Ghifari dilaporkan hilang sejak meninggalkan rumahnya di Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, pada 17 November 2025 dini hari.
Orang tua Ryan, Ade Melriza (47 tahun), menceritakan bahwa Ryan pergi dari rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Ade baru tahu anaknya pergi pada pagi hari.
"Saya tahu Ryan meninggalkan rumah saat subuh. Waktu bangun tidur, saya lihat pintu rumah tidak dikunci. Saya pikir papanya yang keluar untuk buang sampah. Namun saat saya hendak membangunkan adiknya, Ryan sudah tidak ada di kamar," kata Ade Melriza kepada wartawan pada Senin, 13 Juli 2026.
Ade bertanya kepada seluruh anggota keluarga. Tidak ada yang tahu keberadaan Ryan.
"Saya tanyakan kepada semua yang ada di rumah, kepada kedua adiknya dan ayahnya. Mereka juga tidak tahu karena Ryan tidak memberi tahu akan pergi ke mana. Adiknya hanya tahu malam itu Ryan sempat mandi, setelah itu tidak tahu lagi ke mana perginya," ujarnya.
Ade merasa ada firasat buruk. Ia kemudian berusaha mencari petunjuk. Tapi yang ia temukan hanya laptop, telepon genggam, dompet berisi uang, dan kartu identitas Ryan. Semua barang itu masih ada di atas meja kamar.
Ade sempat khawatir anaknya menjadi korban banjir bandang. Sekitar sepekan setelah Ryan hilang, Sumatera Barat dilanda banjir bandang. Karena itu, ia mendatangi RS Bhayangkara dan menyerahkan sampel DNA.
"Saat itu saya ingin memastikan apakah anak saya menjadi korban bencana. DNA saya tinggalkan di RS Bhayangkara, tapi hasilnya tidak ada yang cocok," ujarnya.
Ryan Al Ghifari adalah mahasiswa berprestasi yang menghilang secara misterius. Kampus dan keluarga masih berharap ia bisa ditemukan. Pihak universitas berencana memberikan kebijakan khusus agar Ryan tetap bisa melanjutkan studinya jika nanti kembali. Sampai sekarang, tidak ada petunjuk jelas tentang keberadaannya. Barang-barang pribadinya masih tertinggal di rumah. Keluarga sudah melakukan berbagai upaya, termasuk tes DNA, tetapi belum membuahkan hasil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Investor Mulai Incar Hilirisasi Gas Blok Andaman di Aceh
Molo Olo Ho" Tembus 9 Juta Views
Harga Emas Antam Medan Kembali Turun, Kini Rp 2,615 Juta per Gram
Antrean Solar Pekanbaru, Sopir Menginap Demi Isi BBM
Listrik Padam di Medan Lima Jam Hari Ini
7 Khasiat Teh Sereh, dari Tidur Nyenyak hingga Kolesterol
Berita Terbaru
Unand Beri Jaminan Kuliah Bagi Mahasiswa Hilang
Badut Edukasi Warnai MPLS SD di Cimahi
MPLS di SR Semarang Berjalan, Pembangunan 99 Persen
Tes Buta Warna: Tebak 7 Benda Tersembunyi
Haaland Bawa Pulang Rakun Mainan dari Piala Dunia 2026
Pertahanan Spanyol Hadapi Ujian Berat Lawan Prancis
Wood Cup: Pilih Tongkat Kayu Terunik, Indonesia ke Perempat Final
Undip Buka Jalur Mandiri Gelombang 2, Cuma Pakai Nilai UTBK-Rapor
