Workshop UMKM Jambi: Inovasi Produk Kuliner Berbahan Sawit

Wati N. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Workshop UMKM Jambi: Inovasi Produk Kuliner Berbahan Sawit

Gambar atau konten salah?

Jambi masih dikenal luas sebagai daerah penghasil sawit yang dominan dipakai sebagai bahan minyak goreng. Namun, bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di provinsi ini, komoditas tersebut kini mulai menampilkan wajah baru. Di sebuah hotel di Kota Jambi, terjadilah Workshop Produksi Bolu dan Aneka Penganan Berbahan Dasar Sawit yang menampilkan beragam produk kuliner bernilai jual tinggi.

Workshop tersebut dihadiri oleh lebih dari 50 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jambi. Mereka dibagi menjadi lima kelompok dan didampingi oleh inovator bolu sawit asal Kabupaten Bungo, Iin Arlina, pemilik usaha Legan's Sawit. Kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore, mencakup sesi teori sekaligus praktik langsung mengolah sawit menjadi produk pangan bernilai tambah.

Hasilnya, beragam penganan muncul di meja pelatihan: bolu sawit, dodol sawit, hingga bangkit sawit. “Alhamdulillah, saya senang bisa berbagi ilmu kepada para pelaku UMKM di Jambi. Mudah-mudahan ini bisa melahirkan inovasi baru dari produk turunan sawit untuk memajukan UMKM di daerah,” kata Iin, Kamis (11 Juni 2026). Menurutnya, Provinsi Jambi memiliki modal besar untuk mengembangkan industri pangan berbasis sawit. Sebagai salah satu daerah penghasil sawit, peluang menciptakan produk turunan masih sangat terbuka.

“Komoditas utama kita adalah sawit. Ruang untuk berinovasi masih sangat luas,” ujarnya. Selama ini, Iin telah mengembangkan berbagai produk berbahan dasar saripati sawit. Tidak hanya bolu, ia juga memproduksi rendang sawit, brownies sawit, dodol sawit, selai sawit, dan bahkan es boba sawit. “Semuanya bisa dibuat, tinggal bagaimana kita berkreasi,” ucapnya.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Banyak di antara mereka mengaku mendapatkan perspektif baru terhadap komoditas yang selama ini hanya dikenal sebagai bahan baku minyak goreng. “Jambi ini daerah penghasil sawit yang besar, tetapi saya tidak pernah terpikir kalau sawit bisa menjadi makanan yang enak. Workshop ini membuka wawasan saya,” ungkap Mega, pelaku UMKM asal Kota Jambi.

Nora Ziani, peserta asal Kabupaten Batanghari, juga terkesan. Ia mengaku baru pertama kali mengenal bolu sawit dan melihat langsung proses pembuatannya. “Ini pengalaman baru. Kami mencicipi hasil olahan sendiri dan ternyata rasanya enak. Potensi usaha dari produk seperti ini sangat besar,” ujarnya. “Ini pengalaman yang luar biasa bagi kami. Ternyata sawit bisa diolah menjadi makanan yang enak dan berpeluang menjadi usaha baru. Ilmu seperti ini sangat bermanfaat, terutama bagi pelaku UMKM yang ingin terus berkembang,” tambahnya.

Workshop ini juga mendapat dukungan dari Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Jambi, Helmi Muhansyah. Menurut Helmi, dengan adanya hilirisasi produk sawit maka kampanye positif tentang sawit harus diwujudkan melalui manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa sawit bukan hanya komoditas perkebunan, tetapi juga sumber inovasi dan peluang usaha,” kata Helmi.

Dia menegaskan potensi sawit yang melimpah di Jambi dapat memicu hilirisasi melalui inovasi produk UMKM. Dari bolu, dodol hingga berbagai kreasi lainnya, sawit membuktikan dirinya bukan sekadar komoditas perkebunan, tetapi juga peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat. “Kita sangat berharap dari tangan-tangan kreatif pelaku UMKM, akan lahir produk-produk unggulan yang mampu bersaing dan membawa nama Jambi ke pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Dengan workshop ini, sawit kembali menunjukkan potensinya di luar peran tradisionalnya. Ia menjadi bahan baku yang dapat menginspirasi kreativitas, membuka peluang usaha, dan menjadi jalan baru bagi pertumbuhan UMKM di daerah. Para peserta kini lebih percaya diri untuk mencoba hal-hal baru dan mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi yang ada di daerah sendiri.

Workshop ini menegaskan bahwa hilirisasi produk sawit di Jambi dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru. Melalui inovasi kuliner, komoditas andalan daerah tidak hanya memberi manfaat di sektor perkebunan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

JambisawitUMKMworkshopinovasi kulinerproduk turunanhilirisasibolu sawit

Komentar

Memuat komentar...