Warga Gendong Jenazah di Jalan Rusak, Sukabumi Berduka

Ayu W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Warga Gendong Jenazah di Jalan Rusak, Sukabumi Berduka

Gambar atau konten salah?

Sebuah video amatir yang direkam warga menunjukkan pemandangan menyedihkan: sekelompok orang menandu jenazah di tengah kegelapan malam. Video itu viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada Senin malam, 06 Juli 2026.

Korban bernama Dede Trisno (27). Ia meninggal dunia di perjalanan. Penyebabnya? Infrastruktur desa yang rusak parah.

Tumang Wijaya Kusuma, tetangga korban yang juga merekam video, menceritakan kronologinya. Dede sudah lama menderita penyakit paru-paru. Kondisi fisiknya terus menurun. "Beliau ini sakit paru, badannya sudah kering dan sering sakit-sakitan," ujar Tumang.

Pada malam kejadian, kondisi Dede mendadak kritis. Warga berniat membawanya ke fasilitas kesehatan. Namun, akses jalan desa sangat buruk. Mobil dan ambulans tidak bisa masuk ke rumah korban. "Iya, (ambulans) cuma sampai jalan mulus," kata Tumang saat dikonfirmasi pada Selasa, 07 Juli 2026.

Ambulans terpaksa menunggu di titik jalan yang sudah beraspal. Warga tidak menyerah. Mereka mengambil inisiatif: membawa Dede menggunakan sepeda motor. Harapannya, ia tetap bisa mendapat pertolongan medis. Mereka harus melewati medan jalan rusak yang tidak bisa dilalui mobil.

Perjalanan itu berakhir tragis. Fisik Dede yang sudah sangat lemah tidak kuat menahan guncangan perjalanan malam itu. "Pas di tengah jalan nggak kuat lah. Pas dilihat ternyata sudah meninggal di motor," tutur Tumang.

Dede Trisno meninggal dunia saat masih dibonceng di atas sepeda motor. Seorang pemuda lajang, berjuang melawan penyakit paru, akhirnya mengembuskan napas terakhir di tengah jalan desa yang rusak. Bukan di rumah sakit, bukan di rumahnya. Di atas motor, dalam gelap, ditemani warga yang berusaha menolongnya.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata betapa buruknya infrastruktur di beberapa daerah. Jalan rusak tidak hanya menyulitkan mobilitas sehari-hari, tetapi juga bisa menjadi penghalang akses darurat medis. Dalam kasus Dede, kondisi jalan yang tidak memadai menjadi salah satu faktor yang memperlambat upaya penyelamatan, dan pada akhirnya, merenggut nyawa.

infrastruktur desajalan rusakakses darurat mediskematianSukabumipenyakit paruambulans

Komentar

Memuat komentar...