Warga Lokal Mandalika Raup Cuan dari MotoGP 2026

Wulan M. · 3 min baca · 1 jam lalu · 19 dibaca
Bisik.id
Warga Lokal Mandalika Raup Cuan dari MotoGP 2026

Gambar atau konten salah?

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 kembali berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ajang balap motor kelas dunia ini bukan cuma soal tontonan bergengsi. Ada dampak lain yang langsung terasa oleh warga sekitar: lapangan kerja.

Selama acara berlangsung, banyak warga lokal yang bekerja di berbagai posisi. Mulai dari petugas kebersihan sampai pengelolaan sampah. Bagi mereka, ajang internasional ini jadi jalan untuk dapat penghasilan dan pengalaman kerja.

Baiq Essenza (20), warga Praya, Lombok, baru pertama kali bekerja di area Pertamina Mandalika International Circuit. Tugasnya di tim kebersihan: menyapu, membersihkan area sirkuit, dan memilah sampah. Ia bangga bisa terlibat langsung. Apalagi, ia ditempatkan di area paddock, bagian penting dalam penyelenggaraan balapan. Penghasilannya akan dipakai buat kebutuhan rumah tangga dan membantu orang tua.

"Sangat membanggakan. Baru pertama kali ikut Pertamina Grand Prix of Indonesia dan langsung ditaruh di paddock. Sangat bikin saya bangga bisa kerja di sini," kata Essenza dalam keterangan tertulis, Jumat, 09 Oktober 2026.

Ia berharap gelaran balap motor di Mandalika terus berlangsung dan berkembang. Semakin banyak warga lokal yang dapat kesempatan kerja.

Manfaat ekonomi serupa juga dirasakan Lia Kartika, warga Sengkol. Ia dipercaya jadi koordinator Cleaning Service Waste Management (CSWM) di Pertamina Mandalika International Circuit. Tim kebersihan bertugas jaga kebersihan ruangan. Tim pengelolaan sampah urus kebersihan area lapangan.

Bersama timnya, Lia bekerja 12 jam sehari, dari pukul 07.00 sampai 18.00 WITA. Ia sudah beberapa kali terlibat dalam acara di sirkuit itu. Sebelumnya, ia hanya seorang ibu rumah tangga.

"Dampak ekonominya bagus banget. Dampak dari sirkuit ini karena banyak ekonomi terbantu di sini dan makin memperkecil pengangguran warga Lombok," ujar Lia.

Bagi Lia, pekerjaan ini bukan cuma soal penghasilan. Ia bisa bantu kebutuhan keluarga dan wujudkan rencana yang dulu sulit dilakukan. Dari penghasilannya, ia kini bisa mencicil kendaraan bermotor dan menyisihkan uang untuk beli emas.

"Yang tadinya enggak bisa sama sekali, sekarang bisa karena sirkuit ini. Sejak beberapa kali ikut bantu-bantu di event saya jadi bisa cicil motor dan menabung beli emas. Alhamdulillah," katanya.

Elyani Sulistianda, warga Praya, juga merasakan kesempatan kerja di sirkuit. Ia bertugas dalam pengelolaan dan pemilahan sampah. Selama sekitar tujuh hari mengikuti rangkaian MotoGP, ia merasakan langsung manfaat acara ini. Terutama bagi anak muda yang butuh pekerjaan.

"Sudah ada banget dampak untuk ekonomi bagi kita, apalagi kita anak-anak muda yang benar-benar butuh pekerjaan," kata Elyani.

Gelaran ini juga jadi kesempatan bagi anak muda untuk mulai membangun rekam jejak profesional. Feri Zon Lahardi (20), pemuda asal Sakra Barat, Lombok Timur, memanfaatkan masa libur kuliah untuk kerja paruh waktu di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Ia dapat info lowongan dari teman. Setelah daftar dan wawancara, ia jalani pelatihan dua hari sebelum mulai bertugas.

Feri bekerja 12 jam, dari pukul 07.00 sampai 19.00 WITA. Ia dapat penghasilan tambahan buat bantu bayar uang kuliah dan kebutuhan sehari-hari. Ia juga dapat pengalaman baru yang bisa jadi bekal masuk dunia kerja setelah lulus.

"Saya cuma pengen cari pengalaman saja. Mumpung lagi muda, biar ada banyak pengalamannya buat nambah CV nanti," ujar Feri.

Kesempatan bekerja di ajang internasional ini juga memberinya ruang untuk berinteraksi dengan wisatawan asing. Kemampuan bahasa Inggris yang dimilikinya jadi keterampilan yang mendukung pekerjaannya.

"Pastinya saya sangat bangga bisa mengikuti event internasional ini dan sangat senang sekali bisa dapat banyak teman, banyak dapat pengalaman, apalagi bisa ngobrol dengan bule-bule. Saya harap sih gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia lancar-lancar dan terus ada tiap tahunnya," pungkasnya.

Kisah Essenza, Lia, Elyani, dan Feri menunjukkan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bukan hanya soal tontonan olahraga kelas dunia. Ada dampak nyata: kesempatan bagi warga lokal untuk dapat penghasilan dan pengalaman kerja. Manfaat ekonomi ini tumbuh seiring penyelenggaraan ajang internasional di Mandalika.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026Mandalikadampak ekonomilapangan kerjawarga lokalpengalaman kerja

Komentar

Memuat komentar...