Warga Prancis Serbu AC Murah, Antre Panjang Picu Keributan

Sigit W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Warga Prancis Serbu AC Murah, Antre Panjang Picu Keributan

Gambar atau konten salah?

Gelombang panas yang menyengat Prancis membuat warga berburu pendingin ruangan (AC) dengan harga miring. Antrean panjang bahkan keributan terjadi di beberapa supermarket. Permintaan AC murah melonjak drastis.

Prancis baru saja mengalami salah satu gelombang panas terburuk dalam beberapa tahun. Cuaca ekstrem ini memicu kenaikan angka kematian. Rumah sakit kewalahan menangani pasien. Sekolah-sekolah terpaksa ditutup. Beberapa festival musik juga dibatalkan.

Otoritas cuaca setempat memperingatkan gelombang panas akan kembali melanda akhir pekan ini. Warga pun bergegas membeli alat pendingin sebelum suhu kembali meroket.

Ratusan orang memadati gerai supermarket di Paris dan sekitarnya. Mereka memburu AC yang dijual mulai 179 euro. Harga itu jauh lebih murah dibandingkan produk serupa di pasaran yang bisa mencapai lebih dari 1.200 euro.

Antusiasme warga begitu tinggi. Polisi bahkan turun tangan di sedikitnya dua gerai setelah terjadi keributan dan saling serobot antrean.

Gelombang Panas Ancam Kesehatan

Gelombang panas bukan sekadar membuat tubuh tidak nyaman. Suhu tinggi dalam waktu lama bisa memicu dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga sengatan panas (heat stroke). Kondisi terakhir merupakan kegawatdaruratan medis yang bisa menyebabkan kerusakan organ bahkan kematian jika tidak segera ditangani.

Risiko kesehatan ini menjadi salah satu alasan meningkatnya permintaan AC di Prancis.

Selama ini, sebagian besar rumah dan sekolah di Prancis tidak dilengkapi pendingin ruangan. Musim panas di negara itu umumnya relatif sejuk. Namun, perubahan iklim membuat gelombang panas terjadi lebih sering dan berlangsung lebih lama.

Rumah Sakit Kewalahan

Gelombang panas yang baru saja melanda Prancis menyebabkan lonjakan pasien di rumah sakit. Cuaca ekstrem juga memaksa penutupan sekolah dan pembatalan sejumlah acara besar.

Kondisi ini menunjukkan dampak suhu ekstrem tidak hanya dirasakan dari sisi kenyamanan, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, penggunaan AC di Prancis masih menjadi perdebatan. Survei menunjukkan sekitar 80 persen warga menganggap AC kurang ramah lingkungan karena konsumsi energinya yang tinggi.

Meski demikian, sikap masyarakat mulai berubah seiring meningkatnya suhu udara. Jaringan hipermarket melaporkan penjualan sekitar 30 ribu unit AC hanya dalam satu hari saat puncak gelombang panas pada akhir Juni lalu.

Data badan lingkungan Prancis menunjukkan kepemilikan AC di rumah tangga meningkat dari 18 persen pada 2023 menjadi 24 persen pada 2025. Angka ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melindungi diri dari dampak kesehatan akibat cuaca panas ekstrem.

Gelombang panas yang melanda Prancis bukan sekadar fenomena cuaca biasa. Ini adalah krisis kesehatan publik yang mendorong perubahan perilaku masyarakat. Dari yang awalnya enggan menggunakan AC karena alasan lingkungan, kini banyak warga Prancis yang rela antre dan bahkan terlibat keributan demi mendapatkan pendingin ruangan murah. Perubahan iklim telah memaksa adaptasi yang nyata dan mendesak.

gelombang panasPrancispendingin ruanganAC murahantreankrisis kesehatanperubahan iklim

Komentar

Memuat komentar...