Rahasia Umur Panjang: 5 Makanan Ini Dikonsumsi Centenarian
Gambar atau konten salah?
Banyak orang mendambakan hidup panjang umur dengan tubuh yang tetap sehat. Ternyata, ada beberapa jenis makanan yang sering dikonsumsi oleh mereka yang sudah berusia 100 tahun. Orang-orang ini disebut centenarian, dan gaya hidup mereka menarik perhatian para peneliti.
Para centenarian adalah individu yang masih hidup dan telah melewati usia satu abad. Keberadaan mereka memicu rasa penasaran tentang apa rahasia di balik umur panjang tersebut. Akhirnya, terbentuklah kelompok penelitian khusus yang fokus mempelajari kelompok demografi ini.
Dari hasil penelitian, ditemukan sejumlah kesamaan dalam gaya hidup orang-orang unik ini. Kesamaan itu mencakup pilihan makanan, kebiasaan bersosialisasi, serta sikap dan pandangan mereka terhadap kehidupan. Dan Buettner, pendiri konsep Blue Zones yang sudah dipatenkan, mengidentifikasi tempat-tempat di mana populasi centenarian paling banyak terkonsentrasi. Area-area ini tersebar di seluruh dunia, hampir di setiap benua.
Namun, ahli bernama Bradley J. Willcox menyebut beberapa lokasi blue zone yang lebih terkenal berada di daerah pedesaan. Contohnya adalah Okinawa di Jepang, Ikaria di Yunani, Sardinia di Italia, dan Loma Linda di Amerika Serikat.
Berbicara soal gaya hidup, para centenarian ini memiliki banyak kesamaan. Mereka cenderung menghindari stres, menemukan kegembiraan dalam keseharian, dan aktif berolahraga. Kunci lainnya adalah mengonsumsi makanan sehat yang sebagian besar berasal dari tumbuhan. Mereka juga membatasi konsumsi alkohol dan hanya menyimpan makanan manis untuk momen perayaan tertentu.
Berdasarkan praktik-praktik tersebut, para peneliti mengidentifikasi delapan makanan yang menjadi makanan pokok para centenarian. Berikut adalah lima di antaranya yang biasa dikonsumsi oleh orang-orang berusia 100 tahun:
- Polong-polongan
Ahli Davis mengungkapkan bahwa salah satu makanan utama para centenarian adalah kacang-kacangan yang kaya serat dan menyediakan protein nabati. Makanan ini dipercaya membantu mengontrol kadar kolesterol dan gula darah. Selain itu, konsumsi rutin polong-polongan juga dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Jenis yang biasa dikonsumsi antara lain kacang polong, lentil merah, dan buncis. - Minyak Zaitun
Bahan umum lainnya yang selalu ada di dapur orang-orang berusia 100 tahun adalah minyak zaitun. Bahan pokok kuliner ini kaya akan lemak tak jenuh yang sehat, yang mendukung kadar kolesterol optimal. Minyak zaitun juga mengandung banyak mikronutrien, seperti vitamin E dan vitamin K. Senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan untuk mengurangi peradangan di seluruh tubuh dan menurunkan risiko penyakit kronis. - Teh
Teh juga menjadi minuman sehari-hari bagi mereka yang berusia 100 tahun. Baik itu teh hijau, teh hitam, teh herbal, yang berkafein maupun tanpa kafein, semua jenis teh menjadi favorit di kalangan masyarakat blue zone. Minuman ini disukai karena mengandung banyak senyawa tumbuhan kaya antioksidan. Konsumsi teh secara teratur telah terbukti mendukung sistem kekebalan tubuh, kesehatan jantung, usus, otak, dan metabolisme. - Makanan Laut
Ahli Davis mengungkapkan bahwa para peneliti menemukan centenarian hanya mengonsumsi daging dalam jumlah sedikit. Sebaliknya, mereka justru banyak memasukkan ikan dan makanan laut rendah lemak ke dalam menu diet mereka. Hal ini mungkin juga dipengaruhi oleh fakta bahwa blue zone sering terletak di dekat laut. Namun, hanya jenis makanan laut tertentu yang dikonsumsi, seperti ikan berlemak. Ikan ini secara alami kaya akan asam lemak omega-3 yang terkonsentrasi. Omega-3 dikenal sebagai agen anti-inflamasi yang ampuh untuk mendorong kesehatan kekebalan tubuh, otak, dan jantung yang optimal. - Kunyit
Kunyit tidak hanya dipakai sebagai bumbu masak. Orang-orang berusia 100 tahun juga mengonsumsi bahan herbal ini dalam kehidupan sehari-hari. Ahli Willcox mengungkapkan bahwa kunyit kaya akan fitonutrien, seperti flavonoid, yang bermanfaat untuk memperpanjang usia. Fitonutrien dalam kunyit, terutama kurkumin, bekerja mengurangi peradangan di seluruh tubuh. Efek ini mendukung kesehatan secara menyeluruh, termasuk pada area spesifik seperti otak.
Secara keseluruhan, pola makan para centenarian ini menekankan pada makanan nabati utuh, lemak sehat, dan rempah-rempah anti-inflamasi. Mereka menghindari makanan olahan dan gula berlebih. Kebiasaan ini, dipadukan dengan gaya hidup aktif dan rendah stres, tampaknya menjadi kombinasi yang mendukung umur panjang yang sehat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nyeri Ginjal vs Punggung: Ini Bedanya
Sarikaya, Bukan Apel, Jadi Buah Paling Sehat Versi BBC
Penuaan Biologis Cepat Picu Kanker pada Gen Z
Bayi Palestina 4 Bulan Tewas Akibat Terhambat di Pos Pemeriksaan Israel
Kemenkes Libatkan Polisi Usut Kematian Dokter PPDS
Diet Jus Ekstrem 3 Bulan, Ginjal Ibu Rumah Tangga Rusak
Berita Terbaru
Rahasia Umur Panjang: 5 Makanan Ini Dikonsumsi Centenarian
Adu Penalti: Swiss Kalahkan Kolombia, Tantang Argentina
Argentina Bangkit Dramatis, Kalahkan Mesir 3-2
Gunung Api Bawah Laut di Papua Nugini Berpotensi Lahirkan Pulau Baru
MSCI Bekukan Saham Indonesia, Tak Ada Tambahan Indeks Global
Ramalan Keuangan Zodiak Rabu, 8 Juli 2026